Perkuat Kolaborasi Tri Dharma dan Pembangunan Keluarga, Kemendukbangga/BKKBN DIY dan FIP UNY Teken PKS dan Tarik 32 Mahasiswa Magang

Yogyakarta –Keberhasilan pembangunan keluarga tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas jangkauan program, memperkuat edukasi masyarakat, serta menciptakan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan keluarga di masa depan. Dalam konteks ini, perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai mitra penghasil pengetahuan, riset, dan sumber daya manusia yang berkontribusi langsung bagi masyarakat. Semangat kolaborasi itulah yang terus diperkuat oleh Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta melalui kemitraan dengan berbagai institusi pendidikan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY dan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta (FIP UNY) yang dilaksanakan di Ruang Widya 1 pada Selasa, 26 Mei 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY bersama Dekan FIP UNY yang diwakili oleh Kepala Departemen Pendidikan Nonformal (PNF) UNY. PKS ini menjadi landasan formal bagi kedua institusi dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung berbagai program pembangunan keluarga, mengatur ruang lingkup, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Penarikan 32 Mahasiswa Magang PNF UNY

Tidak hanya menjadi momentum penguatan kemitraan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penarikan 32 mahasiswa Program Studi Pendidikan Nonformal UNY yang telah menyelesaikan kegiatan magang di Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY. Sebelum diterjunkan ke lapangan, para mahasiswa memperoleh pembekalan intensif mengenai program pembangunan keluarga dan kependudukan selama sepuluh hari. Selanjutnya, mereka ditempatkan di 16 Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) yang tersebar di Kabupaten Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo untuk memahami secara langsung implementasi program pembangunan keluarga di tingkat akar rumput.

Selama menjalani magang, mahasiswa membantu Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Keterlibatan mereka mencakup pendampingan kelompok Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), hingga Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Salah satu peserta magang, Anisa Oktavia, mengaku memperoleh banyak pengalaman berharga “Banyak pengalaman baru yang diperoleh, di antaranya melihat langsung pemasangan implan, mengikuti penyuluhan kelompok kegiatan, bertemu kader, hingga terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat, Bapak/Ibu PKB ramah, seru dan sangat terasa kekeluargaannya,” ungkap Anisa.

Sinergi Riset: Pengembangan Sekolah Ayah di Gunungkidul

Sebagai wujud nyata perluasan kerja sama dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang penelitian, Departemen PNF UNY saat ini juga tengah melakukan penelitian mendalam mengenai Implementasi Sekolah Ayah “Jalu Mituhu” di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana keberadaan sekolah ayah dalam mendukung program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Melalui riset ini, diharapkan dapat dihasilkan luaran konkret berupa standar program, modul pembelajaran, serta panduan operasional yang aplikatif. Ke depan, instrumen-instrumen tersebut ditargetkan dapat diaplikasikan secara luas di setiap kelurahan untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pembangunan keluarga berkualitas.

Kepala Departemen PNF UNY, Pujianti Fauziah, yang sekaligus bertindak sebagai dosen pembimbing menilai bahwa Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY telah memberikan ruang belajar yang komprehensif bagi mahasiswa, sehingga mereka dapat menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Pujianti berharap kolaborasi ini terus berkembang. “Kami berharap kolaborasi yang telah terjalin tidak berhenti pada program magang, tetapi dapat berkembang dalam bentuk kerja sama lain yang mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas. Ia mengajak para mahasiswa untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyebarluaskan pemahaman tentang perencanaan kehidupan berkeluarga kepada lingkungan sekitarnya. “Kemendukbangga/BKKBN saat ini menekankan pentingnya remaja merencanakan kehidupan berkeluarga, mulai dari kesiapan menikah hingga kesiapan memiliki anak. Harapannya tidak ada remaja yang KEK (Kekurangan Energi Kronik), terutama remaja putri sebagai calon ibu. Saya berharap 32 mahasiswa ini dapat menjadi role model di lingkungan UNY dan masyarakat,” tegas Rohina. Melalui penandatanganan PKS, pelaksanaan program magang, serta kolaborasi riset strategis ini, Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY dan FIP UNY menegaskan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat, berkelanjutan, dan berdampak nyata demi mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas, tangguh, dan sejahtera.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : A. Utomo Budi Santoso

Dokumentasi    : Kristian Widagdo

Rilis                       : Selasa, 26 Mei 2026

Post Terkait