Yogyakarta – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat melalui peluncuran dua Sekolah Lansia di Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 dan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Peluncuran sekolah lansia tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas hidup lansia agar mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan sosial, kesehatan, dan lingkungan di usia lanjut. Upaya ini sekaligus memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung terwujudnya lansia yang berdaya serta tetap berkontribusi bagi pembangunan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025 menunjukkan bahwa Indonesia telah memasuki era ageing population dengan jumlah penduduk lansia mencapai sekitar 34 juta jiwa atau 11,93 persen dari total penduduk dan angka tersebut diproyeksikan meningkat hingga 20 persen pada tahun 2045. DIY sendiri tercatat sebagai provinsi dengan persentase penduduk lansia dan usia harapan hidup tertinggi secara nasional. Persentase penduduk lansia di DIY mencapai 17,78 % dengan usia harapan hidup 75,54 tahun. Kondisi tersebut menuntut kesiapan pemerintah daerah, masyarakat, keluarga, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia, Kemendukbangga/Perwakilan BKKBN DIY berkolaborasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM serta Indonesia Ramah Lansia (IRL) melaksanakan Launching dua Sekolah Lansia di Kabupaten Kulon Progo, yaitu Sekolah Lansia Menur Standar 1 di Kapanewon Pengasih (3/6) dan Sekolah Lansia Arum Sejati Standar 1 di Kapanewon Kalibawang (4/6). Program ini dirancang sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia melalui berbagai materi yang mendukung kesehatan, kemandirian, kesejahteraan, serta partisipasi sosial.
Peluncuran Sekolah Lansia Menur berlangsung di Rumah Dukuh Jamus, diikuti oleh 40 peserta lansia dan dihadiri oleh unsur pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, puskesmas, KUA, DPMKPPKB Kulon Progo, serta pengurus dan kader Bina Keluarga Lansia (BKL). Peluncuran tersebut sekaligus menjadi pertemuan perdana Sekolah Lansia Menur dengan materi “Tetap Mandiri dan Berdaya di Usia Tua” yang memberikan penguatan kepada peserta untuk menjalani masa lanjut usia secara sehat dan produktif. Sementara itu, peluncuran Sekolah Lansia Arum Sejati Kalibawang diselenggarakan di Rumah Pendidikan dan Pelatihan (Rumah Dilan) Kagongan dengan melibatkan 52 peserta lansia dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan setempat. Kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi lansia melalui materi “Mengapa Lansia Mudah Jatuh?” yang bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap risiko kesehatan serta pentingnya menjaga kebugaran dan keselamatan di usia lanjut.

Kepala Kemendukbangga/Perwakilan BKKBN DIY menegaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan salah satu strategi untuk mempersiapkan lansia yang tangguh, berdaya, dan tetap memiliki kualitas hidup yang baik. “Sekolah Lansia bukan sekadar wadah belajar, tetapi ruang pemberdayaan agar para lansia tetap sehat, mandiri, produktif, dan bahagia. Melalui program ini, kami berharap lansia dapat terus berperan aktif dalam keluarga maupun masyarakat, sehingga fenomena ageing population menjadi peluang untuk mewujudkan bonus demografi kedua,” tegas Rohina, Kepala Kemendukbangga/Perwakilan BKKBN DIY.
Melalui momentum HLUN ke-30 dan Harganas ke-33, Kemendukbangga/Perwakilan BKKBN DIY mengajak seluruh pemerintah daerah, mitra kerja, keluarga, serta masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah lansia dan mendukung peningkatan kualitas hidup mereka. Partisipasi aktif dalam program Sekolah Lansia dan kegiatan pemberdayaan lainnya menjadi langkah nyata untuk mewujudkan lansia yang tangguh, sehat, bahagia, serta tetap berkontribusi bagi kemajuan keluarga, masyarakat, dan bangsa. Dengan sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, diharapkan semakin banyak lansia yang mampu menjalani masa tua secara berkualitas, bermakna, dan sejahtera.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Ratna Anita Sari
Dokumentasi : Tim Humas
Rilis : Jumat, 5 Juni 2026