Pelayanan Prima Dimulai dari Garda Terdepan, Kemendukbangga/ BKKBN DIY Perkuat Kompetensi PPPK Sebagai Wajah Institusi di Mata Publik

Yogyakarta, 13 Agustus 2026 — Pelayanan publik yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh mereka yang berada di balik meja pelayanan. Setiap orang yang berinteraksi dengan masyarakat turut membawa wajah dan citra sebuah institusi. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan peningkatan kapasitas pelayanan prima bagi seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (13/8/2026). Kegiatan yang diikuti unsur security, driver, dan cleaning service tersebut dibuka oleh Kepala Kemendukbangga/BKKBN DIY, Rohina, M.Si., dengan menghadirkan praktisi profesional Ewang Sewoko, S.Psi., M.A. sebagai narasumber.

Dalam pembukaannya, Rohina menekankan bahwa kualitas pelayanan merupakan tanggung jawab bersama, tanpa membedakan posisi maupun tugas masing-masing pegawai.

“Setiap pegawai memiliki peran dalam membangun citra institusi. Pelayanan yang baik harus hadir dalam setiap interaksi, mulai dari saat tamu datang, mendapatkan informasi, hingga meninggalkan lingkungan kantor,” ujar Rohina.

Menurutnya, keberadaan security, driver, dan cleaning service tidak dapat dipandang sebagai pekerjaan pendukung semata, tetapi menjadi bagian penting dari pengalaman masyarakat ketika berhubungan dengan Kemendukbangga/BKKBN DIY.

Ewang Sewoko, dalam pemaparannya mengajak peserta melihat pelayanan prima sebagai sikap, bukan sekadar prosedur kerja. Ia menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan yang membuat orang merasa didengar, dibantu, dan mendapatkan solusi. Sikap sederhana seperti tersenyum, menyapa, menggunakan nada bicara yang sopan, menunjukkan empati, hingga memberikan informasi secara jelas dinilai mampu membangun pengalaman pelayanan yang humanis dan berkesan.

“Siapapun yang membutuhkan pelayanan kita dialah pelanggan kita. Mereka mungkin lupa apa yang kita katakan, tetapi mereka akan mengingat bagaimana kita membuat mereka merasa ketika dilayani,” pesan yang ditekankan oleh Ewang.

Materi yang disampaikan juga menegaskan bahwa pelayanan prima harus dimulai dari lingkungan internal, karena kebiasaan saling menghormati dan melayani rekan kerja menjadi fondasi sebelum memberikan pelayanan terbaik kepada pihak eksternal.

Layaknya sebuah pohon yang kokoh, setiap komponen memiliki posisi dan peran yang berbeda namun sama pentingnya. Demikian pula dalam sebuah organisasi, setiap pegawai memiliki kontribusi yang saling melengkapi dalam menjaga kualitas pelayanan. Tidak ada peran yang terlalu kecil, karena setiap interaksi dapat membentuk kesan masyarakat terhadap institusi. Ketika seluruh unsur bekerja dengan profesional, saling menghargai, dan berorientasi pada pelayanan, maka akan tumbuh organisasi yang kuat, solid, dan dipercaya masyarakat.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pemahaman teoritis, tetapi diterapkan menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Senyum, sapaan, penampilan yang rapi, komunikasi yang santun, kesigapan membantu, serta kemampuan memberikan solusi merupakan langkah sederhana yang dapat menciptakan pengalaman pelayanan yang berkesan. Melalui penguatan kapasitas seluruh pegawai PPPK ini, Kemendukbangga/BKKBN DIY mendorong terbentuknya budaya kerja yang semakin ramah, peduli, cepat, solutif, profesional, dan konsisten, sehingga setiap orang yang datang dan berinteraksi dengan institusi merasakan pelayanan yang bermartabat.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : Tiara Rosivanengtyas

Dokumentasi    : Gunanto

Rilis                       : Kamis, 13 Agustus 2026

Post Terkait