AKSI NYATA CEGAH STUNTING: KAI DAOP 6 YOGYAKARTA DAN BKKBN DIY KOLABORASI REHABILITASI RTLH BAGI KELUARGA RISIKO STUNTING DI KULON PROGO

KULON PROGO — Kolaborasi dan aksi nyata menjadi kunci dalam mempercepat upaya pencegahan stunting. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta memperkuat komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui dukungan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi keluarga berisiko stunting (KRS) di Kapanewon Sentolo Kabupaten Kulon Progo. Penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada rangkaian Bakti Sosial Rail Clinic dalam rangka HUT ke-81 Kereta Api Indonesia, Kamis (24/9/2026) di Stasiun Sentolo, Kulon Progo.

Dukungan rehabilitasi RTLH tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan layak bagi keluarga, sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga serta memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam tumbuh kembang anak.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, menyampaikan apresiasi kepada PT. KAI Daop 6 Yogyakarta atas kepedulian dan kontribusinya dalam mendukung keluarga risiko stunting melalui bantuan berupa 200 paket nutrisi dan 4 paket rehabilitasi RTLH. Selain penyerahan bantuan juga dilaksanakan edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa-siswi SD yang melibatkan Duta Genre (Generasi Berencana) DIY.

Empat KRS penerima dukungan rehabilitasi RTLH meliputi: Suyanto dari Dusun Kenteng, Demangrejo, Sentolo, yang merupakan keluarga dengan ibu hamil; Sungkono dari Dusun Banggan, Sukoreno, Sentolo, yang juga memiliki anggota keluarga ibu hamil; Suyadi dari Dusun Kalisono, Tuksono, Sentolo, yang memiliki balita; serta Iswari Widarti dari Dusun Jelok, Sentolo, yang memiliki balita. Dukungan ini diharapkan dapat membantu menghadirkan hunian yang lebih sehat, aman, dan layak sebagai bagian dari upaya bersama dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting di DIY khususnya di Kabupaten Kulon Progo.

“Upaya pencegahan dan penanganan stunting perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan, tetapi juga dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan tempat tinggal keluarga,” ujar Rohina.

Menurut Rohina, penanganan stunting membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif yang melibatkan seluruh stakeholders. Hal tersebut sejalan dengan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang mendorong semangat gotong royong untuk membantu keluarga berisiko stunting.

“Bantuan melalui GENTING tidak hanya dalam bentuk dukungan pemenuhan gizi, tetapi juga dapat mencakup dukungan terhadap perbaikan kondisi tempat tinggal keluarga, termasuk rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni. Pencegahan stunting harus dilakukan dengan memperhatikan aspek kesehatan, gizi, sanitasi, air bersih, dan lingkungan tempat tinggal,” tambahnya.

Rohina menilai kontribusi yang dilaksanakan oleh PT. KAI Daop 6 Yogyakarta menjadi bagian penting dari gerakan bersama tersebut. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, kader, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar intervensi yang diberikan dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.

Sementara itu, Manager Kesehatan PT. KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta, Wakhyo Komantri, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dukungan rehabilitasi RTLH diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara fisik berupa hunian yang lebih layak, tetapi juga turut mendukung terciptanya lingkungan keluarga yang lebih sehat.

“PT. KAI Daop 6 Yogyakarta senantiasa berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai bentuk kegiatan sosial. Kami berharap dukungan rehabilitasi RTLH ini dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga penerima, khususnya dalam menciptakan tempat tinggal yang lebih sehat, aman, dan nyaman,” ujar Wakhyo.

Hunian yang lebih layak diharapkan menjadi salah satu fondasi untuk mendukung kesehatan keluarga agar tumbuh kembang anak dapat optimal. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi lintas sektor antara BKKBN DIY, PT. KAI Daop 6 Yogyakarta, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Kapanewon Sentolo, pemerintah kalurahan, kader, serta berbagai pihak lainnya. BKKBN DIY berharap dukungan tersebut memberikan dampak nyata bagi keluarga penerima manfaat.

“Semoga sinergi dan kolaborasi seperti ini dapat terus dikembangkan, sehingga semakin banyak keluarga yang mendapatkan manfaat dan semakin kuat pula gerakan bersama dalam mempercepat penurunan stunting di DIY,” pungkas Rohina.

Penulis              : Dessy Phawestrina
Editor                : Zuhdi Astuti
Dokumentasi    : Tiara Rosivanengtyas
Rilis                  : Kamis, 24 September 2026

Related posts