NGOPI Lintas Tiga Generasi di Yogyakarta: Menteri Wihaji Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah di Era Digital

Yogyakarta – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengingatkan agar tidak membiarkan handphone mengambil alih peran orangtua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Minimnya komunikasi antara orangtua dan anak menjadikan gawai semakin dominan dalam membentuk pola pikir dan perilaku generasi muda. Pesan tersebut disampaikan pada acara bertajuk “NGOPI Lintas Tiga Generasi” yang digelar di kompleks Balai Kota Yogyakarta pada Jumat (26/6).

Menghadirkan bintang tamu Walikota Yogyakarta, dosen dan praktisi ketahanan keluarga serta seniman lokal, acara dimeriahkan dengan fragmen edukatif tentang penguatan peran aktif ayah dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Menurut Wihaji, perubahan pola kehidupan masyarakat dan pesatnya perkembangan teknologi menuntut orang tua, khususnya ayah, untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan anak. Kehadiran ayah menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter, kesehatan mental, serta kemampuan anak menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Di era digital, anak-anak tidak hanya membutuhkan pengawasan, tetapi juga pendampingan. Ayah harus menjadi teman berdiskusi, pendengar yang baik, sekaligus teladan dalam menggunakan teknologi secara bijak. Kehadiran ayah hari ini akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa depan,” tegas Wihaji.

Ia menjelaskan, GATI tidak sekadar mengajak ayah meluangkan waktu bersama anak, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, dan pengambilan keputusan penting di dalam keluarga. Menurutnya, pengasuhan yang dilakukan secara kolaboratif oleh ayah dan ibu akan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih harmonis sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Wihaji mengajak seluruh ayah hadir dalam momen-momen sederhana yang memiliki makna besar bagi anak, seperti mendampingi belajar, berdialog setiap hari, menghadiri kegiatan sekolah, hingga menjadi contoh dalam membangun kebiasaan hidup sehat dan berkarakter karena perhatian yang diberikan ayah sejak dini akan menjadi bekal berharga bagi anak dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.

Yogyakarta dinilai memiliki ekosistem pendidikan, budaya, dan partisipasi masyarakat yang kuat dalam mendukung pembangunan keluarga. Sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas implementasi GATI di berbagai daerah. Menteri Wihaji mengapresiasi berbagai inisiasi Kota Yogyakarta, termasuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR), yang dinilai memperkuat kampanye GATI. “Kota Yogyakarta menjadi contoh pembangunan keluarga,” ujarnya dihadapan hadirin dari komunitas ayah, Generasi Berencana (Genre), dan Kampung KB.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menilai keterlibatan ayah berdampak langsung terhadap kualitas tumbuh kembang anak. Menurutnya, kehadiran ayah dapat menekan kenakalan remaja, mencegah pernikahan dini akibat kehamilan tidak terencana, sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting. Hasto berharap dialog lintas generasi seperti NGOPI terus diperluas agar kolaborasi antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkarakter.

Penulis : Dessy Phawestrina

Editor : Christin Apriliya Adam

Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas, Gunanto

Rilis : Sabtu, 27 Juni 2026

Post Terkait