Forum Genre DIY Luncurkan Inovasi SAKARI, Solusi dan Aksi Keluarga Anti Stunting

Bantul – Upaya percepatan penurunan stunting di Daerah Istimewa Yogyakarta terus melahirkan pendekatan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kali ini, Forum Generasi Berencana (Genre) DIY menggagas inovasi “SAKARI” (Solusi dan Aksi Keluarga Anti Stunting), sebuah program yang memadukan edukasi gizi, penguatan pola asuh keluarga, dan pemberdayaan ekonomi melalui budidaya lele bagi keluarga berisiko stunting. Inovasi yang digerakkan oleh anak muda tersebut mulai diimplementasikan di Kalurahan Panggungharjo, Sewon, Bantul, Selasa (14/7/2026), sebagai lokasi perdana sebelum diperluas ke empat kabupaten/kota lainnya di DIY.

Program yang diinisiasi Duta Genre dan Forum Genre DIY ini menjadi terobosan karena tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi menghadirkan solusi nyata bagi keluarga sasaran. Selain memperoleh edukasi mengenai pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan, keluarga risiko stunting juga mendapatkan pelatihan budidaya lele, bantuan benih dan pakan, serta pendampingan berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan protein hewani secara mandiri. Inovasi tersebut lahir dari semangat kolaborasi bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (PMKKPS) DIY, Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Foodbank of Indonesia, serta Universitas Respati Yogyakarta.

Kepala Perwakilan DIY, Rohina, M.Si, mengapresiasi lahirnya inovasi yang diprakarsai Forum Genre DIY tersebut. Menurutnya, keterlibatan generasi muda dalam isu stunting menunjukkan bahwa pembangunan keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. “SAKARI” menjadi contoh bagaimana kreativitas generasi muda dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyentuh langsung pada sasaran.

“Pencegahan stunting tidak cukup dilakukan melalui penyuluhan, tetapi harus disertai pemberdayaan agar keluarga memiliki kemampuan memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Rohina.

Rohina menambahkan, pendekatan yang menggabungkan edukasi dan pemberdayaan ekonomi keluarga menjadi salah satu strategi penting dalam membangun ketahanan keluarga. Dengan memanfaatkan budidaya lele sebagai sumber protein hewani yang mudah dibudidayakan dan bernilai gizi tinggi, keluarga tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga solusi praktis untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan sehari-hari.

“Kami ingin keluarga menjadi pelaku utama pencegahan stunting. Ketika pengetahuan bertemu dengan aksi, dampaknya akan jauh lebih besar bagi tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan,” imbuhnya.

“SAKARI” dirancang sebagai gerakan kolaboratif berbasis masyarakat yang menyasar keluarga dengan anak baduta, ibu hamil, calon pengantin, dan keluarga risiko stunting. Melalui pendampingan lintas sektor, program ini tidak hanya mendorong perubahan perilaku dalam pola asuh dan pemenuhan gizi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah diterapkan di lingkungan masing-masing.

Forum Genre DIY menempatkan generasi muda bukan sekadar sebagai penyampai pesan, melainkan motor penggerak perubahan sosial di tengah masyarakat. Keterlibatan mereka mulai dari penyusunan konsep, edukasi, hingga monitoring pascapelaksanaan menjadi bukti bahwa remaja mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, sekaligus memperkuat budaya gotong royong dalam upaya pencegahan stunting.

Melalui inovasi “SAKARI” diharapkan lahir model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai wilayah. Sinergi pentahelix yang melibatkan peran pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat termasuk generasi muda, dan media diyakini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan target Zero New Stunting serta mencetak generasi sehat dan tangguh yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. “SAKARI” juga diharapkan dapat menjadi praktik baik yang tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga menjadi inspirasi nasional dalam mewujudkan generasi bebas stunting.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : Tim Humas

Dokumentasi    : Tiara Rosivanengtyas

Rilis                       : Selasa, 14 Juli 2026

Post Terkait