31 Lansia Diwisuda, Sekolah Lansia Dorong Semangat Belajar Sepanjang Hayat Wujudkan Lansia SMART dan Berdaya

Yogyakarta – Sebanyak 31 lansia dari Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, diwisuda dalam Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 EduSia UII “Maharani” yang digelar di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (7/7/2026). Wisuda tersebut menjadi bukti bahwa semangat belajar tidak mengenal usia sekaligus bagian dari upaya mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat (SMART). Prosesi wisuda dipimpin oleh Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta, Rohina, M.Si, bersama Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan UII, Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU.

Dalam sambutannya, Rohina menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan proses pembelajaran di Sekolah Lansia dengan penuh semangat. Menurutnya, para lulusan merupakan contoh nyata bahwa usia bukan menjadi hambatan untuk terus meningkatkan kualitas diri. Ia juga mengapresiasi kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia, Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kemantren Kotagede, Kalurahan Purbayan, serta seluruh kader EduSia Maharani yang telah mendukung terselenggaranya Sekolah Lansia sebagai wadah pendidikan sepanjang hayat bagi masyarakat lanjut usia.

Rohina mengatakan, keberadaan Sekolah Lansia menjadi semakin penting mengingat DIY merupakan provinsi dengan proporsi penduduk lanjut usia tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, proporsi penduduk lansia di DIY telah mencapai 17,78 persen dari total penduduk dengan angka harapan hidup tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan agar lansia tetap sehat, mandiri, dan produktif sehingga mampu terus berkontribusi bagi keluarga maupun masyarakat.

“Harapan kita bersama adalah bagaimana kita mampu mewujudkan para lansia menjadi lansia yang berdaya, lansia yang bahagia, dan lansia yang SMART, yaitu sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” kata Rohina.

Sekolah Lansia mengusung konsep long life education atau pendidikan sepanjang hayat. Melalui pembelajaran yang dikemas secara menarik, peserta memperoleh pengetahuan mengenai kesehatan, kemandirian, aktivitas fisik, hingga pencegahan penyakit degeneratif sehingga dapat menjalani masa lanjut usia secara lebih berkualitas. Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Program Lansia Berdaya (SIDAYA). Melalui program ini, pemerintah mendorong pendampingan bagi lansia dan keluarganya agar para lansia tetap tangguh, sehat, aman, mandiri, serta mampu berpartisipasi aktif sesuai minat dan potensinya.

Rohina berharap para wisudawan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Lansia, tetapi mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Usia tidak menjadi penghalang untuk menimba ilmu. Semoga wisuda ini menjadi titik tolak untuk menjadi insan yang mandiri dan produktif serta memotivasi lansia lainnya agar tetap bersemangat dan berkarya,” ujarnya.

Melalui Wisuda Sekolah Lansia Standar 1 EduSia UII “Maharani”, Kemendukbangga/BKKBN DIY bersama UII menegaskan komitmennya untuk memperluas pendidikan sepanjang hayat bagi lansia. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya lansia yang sehat, bahagia, produktif, serta tetap memiliki peran penting dalam pembangunan keluarga dan masyarakat.

Penulis                 : Kristian S. Widagdo

Editor                   : Dessy Phawestrina

Dokumentasi    : Tiara Rosivanengtyas, Gunanto

Rilis                       : Selasa, 7 Juli 2026

Post Terkait