Edukasi Kesehatan Reproduksi Tak Lagi Tabu, BKKBN DIY Bekali Siswa SMAN 1 Ngaglik Siapkan Masa Depan Berkualitas

Sleman – Edukasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja tidak lagi semestinya dipandang sebagai hal yang tabu. Pemahaman yang benar sejak usia sekolah justru menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menjaga kesehatan, menghindari perilaku berisiko, serta merencanakan masa depan secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut mengemuka dalam edukasi kesehatan reproduksi yang diselenggarakan dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 1 Ngaglik, Kabupaten Sleman, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan Program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang bertujuan meningkatkan literasi kependudukan, pembangunan keluarga, serta kesehatan reproduksi di kalangan pelajar.

Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan DIY, Rohina, M.Si, memaparkan bahwa kesehatan reproduksi merupakan bagian dari pendidikan kehidupan yang harus dipahami remaja sejak dini. Menurutnya, pengetahuan yang benar akan membantu remaja mengenali perubahan yang terjadi pada dirinya sekaligus mampu mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

“Kesehatan reproduksi bukan sesuatu yang tabu untuk dipelajari. Justru melalui pemahaman yang benar, remaja dapat mengenali tubuhnya, memahami proses pubertas, menjaga kesehatan reproduksi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Rohina.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menerima materi mengenai perubahan fisik, psikologis, dan sosial selama masa pubertas, pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi, hak reproduksi dan seksual remaja, serta berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini, seperti pernikahan usia anak, kehamilan remaja, infeksi menular seksual, penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya membangun relasi dan pertemanan yang sehat.

Melalui pendekatan edukatif dan berbasis ilmu pengetahuan, siswa diajak memahami bahwa berbagai informasi mengenai kesehatan reproduksi harus diperoleh dari sumber yang kredibel, bukan dari mitos maupun informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Rohina menjelaskan, Program Sekolah Siaga Kependudukan mengintegrasikan materi kependudukan dan pembangunan keluarga ke dalam berbagai aktivitas sekolah, mulai dari pembelajaran di kelas, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, hingga pengembangan Pojok Kependudukan sebagai pusat literasi bagi warga sekolah. Menurutnya, sekolah memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda. Pendidikan kependudukan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kesadaran peserta didik agar mampu merencanakan pendidikan, karier, dan kehidupan berkeluarga secara lebih matang.

Melalui kegiatan di SMAN 1 Ngaglik ini, Kemendukbangga/BKKBN DIY berharap semakin banyak remaja memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, menghargai diri sendiri, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat mengancam masa depan mereka. Edukasi kesehatan reproduksi yang disampaikan secara terbuka, ilmiah, dan sesuai perkembangan usia diharapkan mampu melahirkan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : Tim Humas  

Dokumentasi    : Tiara Rosivanengtyas

Rilis                       : Selasa, 14 Juli 2026

Post Terkait