KETIKA KEPEDULIAN MENJADI KEKUATAN, KEMENDUKBANGGA/BKKBN DIY AJAK MITRA PENTAHELIX SATUKAN TEKAD PERANGI STUNTING LEWAT GENTING

YOGYAKARTA — Aksi nyata mewujudkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bebas stunting kian gencar dipacu. Bukan sekadar mengandalkan program pemerintah, percepatan penurunan stunting kini didorong melalui gerakan gotong royong yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Semangat itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi dengan Mitra Kerja Calon Orang Tua Asuh (OTA) Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY di Grand Keisha Hotel, Jumat (4/9). Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan komitmen sekaligus memperkuat kolaborasi pentahelix (pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, hingga media) agar intervensi bagi keluarga berisiko stunting dapat dilakukan secara lebih menyeluruh dan berkelanjutan. 

Plt. Direktur Pendayagunaan Lembaga Organisasi Kemasyarakatan Kemendukbangga/BKKBN, Dr. Yuni Hastutiningsih, SKM., M.Kes., mengajak para calon Orang Tua Asuh untuk melihat persoalan stunting bukan semata sebagai angka statistik, melainkan persoalan masa depan anak. Menurut Yuni, anak-anak dari keluarga miskin tetap memiliki mimpi dan cita-cita tinggi. Hanya saja, keterbatasan ekonomi kerap membuat kebutuhan dasar mereka sulit terpenuhi.

“Sama seperti kita, anak-anak dari keluarga miskin juga punya mimpi, punya cita-cita tinggi, mereka tahu makanan enak, telur itu enak, mereka bukan tidak mau tapi tidak mampu untuk membeli,” ujar Yuni.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa intervensi stunting harus menyentuh akar persoalan. Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode krusial dalam tumbuh kembang anak. Kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang pada masa ini dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Penanganan stunting tidak cukup hanya melalui bantuan makanan. Pendekatan melalui intervensi spesifik dan sensitif menjadi langkah prioritas untuk mencegah stunting baru dan menurunkan prevalensi secara signifikan. Intervensi spesifik menyasar faktor risiko secara langsung, terutama pada ibu hamil, bayi, dan balita. Sementara itu, intervensi sensitif mencakup persoalan yang lebih luas, seperti akses air minum layak, sanitasi, edukasi perilaku hidup sehat, pengentasan kemiskinan, hingga penerapan pola asuh.

Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si., menegaskan bahwa kompleksitas persoalan tersebut menuntut keterlibatan banyak pihak.

“Dalam pencegahan stunting tidak bisa dilakukan dengan pendekatan biasa-biasa saja namun membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan gerakan bersama,” tegas Rohina.

Ia pun membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat dan mitra yang belum terlibat untuk mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing. Dukungan, kata Rohina, tidak selalu harus berbentuk materi dalam jumlah besar. Dalam forum tersebut, Rohina juga mengingatkan pentingnya ketertiban pencatatan dan pelaporan, khususnya bagi PKB/PLKB, agar setiap bentuk bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan Perwakilan BKKBN DIY, Zuhdi Astuti, SKM., M.Psi., menjelaskan bahwa dukungan GENTING mencakup berbagai bentuk intervensi, mulai dari bantuan nutrisi, edukasi, akses air bersih dan jamban sehat, renovasi rumah, hingga pemberdayaan ekonomi.  Sementara Warnitis memaparkan best practice Program Desa Bebas Stunting yang diinisiasi oleh Rumah Zakat. Program ini menjalankan serangkaian kegiatan strategis seperti skrining pertumbuhan rutin di Posyandu, edukasi kelas ibu, pelatihan kader, penyediaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, hingga fasilitasi air bersih dan kebun gizi. Intervensi ini terbukti efektif dalam mendeteksi risiko secara dini serta menurunkan angka stunting secara signifikan di berbagai daerah intervensi. 

GENTING pada akhirnya bukan hanya tentang menjadi Orang Tua Asuh. Lebih dari itu, gerakan ini merupakan ajakan untuk menghadirkan kepedulian dalam bentuk aksi nyata. Ketika pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas/masyarakat bergerak dalam satu irama, peluang untuk memastikan setiap anak tumbuh sehat dan optimal menjadi semakin besar.

Tidak boleh ada anak yang kehilangan kesempatan untuk tumbuh, belajar, bermimpi, dan meraih masa depan hanya karena keterbatasan keluarganya. Bersama GENTING kita pastikan tidak ada harapan yang terhenti.

Penulis : Dessy Phawestrina 

Editor : Zuhdi Astuti

Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas

Rilis : Sabtu, 4 September 2026 

Related posts