YOGYAKARTA — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta memperkuat kapasitas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan mitra kerja melalui kegiatan Pembinaan Pegawai Bersama Mitra Kerja yang digelar di Graha Pandawa Balaikota Yogyakarta, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkuat disiplin, integritas, profesionalisme, sekaligus membangun budaya kerja ASN Ber-AKHLAK yang berorientasi pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penguatan ini diarahkan agar PKB/PLKB mampu menerjemahkan nilai dan kompetensi tersebut ke dalam pendampingan keluarga di lapangan, termasuk dalam penguatan pengasuhan, literasi digital, toleransi, dan pencegahan radikalisme pada anak.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, dalam arahannya menekankan pentingnya transformasi kelembagaan dan penguatan budaya kerja melalui filosofi “Flower, Bee, Honey” sebagai brand values ASN. Filosofi tersebut mendorong ASN tidak sekadar mengejar target, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas penduduk.
“Penyuluh KB berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat, penguatan kompetensi pelayanan prima penting sekali agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tegas Rohina.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan pembinaan, yakni meningkatkan disiplin, integritas, profesionalisme, dan kemampuan PKB/PLKB dalam menerapkan prinsip pelayanan prima sebagai budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Tidak hanya menyasar internal organisasi, kegiatan ini juga merespons tantangan pembangunan keluarga yang semakin kompleks, khususnya terkait radikalisme, intoleransi, dan berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Kasatgaswil Densus 88 Anti Teror memberikan materi mengenai pencegahan radikalisme dan kekerasan pada anak, dengan penekanan pada penguatan peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam menanamkan nilai kebangsaan, toleransi, karakter, serta perlindungan anak. Penguatan kompetensi kemudian dilengkapi dengan materi Pelayanan Prima dari Bank Syariah Indonesia (BSI), mitra strategis Kemendukbangga/BKKBN DIY. Rangkaian materi ini dirancang untuk membangun kemampuan peserta agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, ramah, responsif, profesional, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Bekal tersebut penting bagi PKB/PLKB yang berhadapan langsung dengan keluarga sebab kualitas interaksi menjadi bagian penting dari keberhasilan pendampingan di lapangan. Kompetensi pelayanan prima juga diharapkan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Program Bangga Kencana sekaligus memastikan pendampingan diberikan secara tepat dan responsif.
Sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN DIY, Densus 88 Anti Teror, BSI, mitra kerja, dan PKB/PLKB diharapkan tidak berhenti pada forum pembinaan, tetapi diterjemahkan menjadi praktik nyata di wilayah kerja masing-masing. PKB/PLKB sebagai ujung tombak Program Bangga Kencana dapat meneruskan pesan pengasuhan positif, literasi digital, toleransi, dan deteksi dini potensi paparan paham radikal kepada keluarga dan masyarakat. PKB/PLKB juga dapat mengintegrasikan pesan pencegahan radikalisme dan penguatan ketahanan keluarga dalam berbagai kegiatan, mulai dari kelompok BKB, BKR, BKL, Kampung KB, PIK Remaja, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga forum masyarakat lainnya.
Kemendukbangga/BKKBN DIY mendorong terbentuknya budaya kerja yang semakin disiplin, berintegritas, profesional, dan berorientasi pelayanan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan manusia. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar keluarga tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga menjadi kekuatan utama dalam mencegah berbagai risiko yang mengancam tumbuh kembang anak dan remaja. Seluruh peserta dan mitra kerja diharapkan membawa hasil pembinaan ini ke lapangan, perkuat pelayanan, bangun komunikasi dengan keluarga, tanamkan nilai kebangsaan dan toleransi, serta lakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman pada anak dan remaja. Langkah konkret tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan Program Bangga Kencana semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi : Kristian S. Widagdo, Gunanto
Rilis : Kamis, 27 Agustus 2026