Webinar Hari Kependudukan Dunia 2026: Orang Muda adalah Motor Penggerak Ekonomi dan Pembangunan

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kependudukan Dunia Tahun 2026, Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta sukses menyelenggarakan Webinar Nasional dengan tema “Mewujudkan Harapan dan Aspirasi Orang Muda – Hari Ini dan Untuk Masa Depan” pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan virtual yang dilaksanakan melalui platform zoom meeting dan disiarkan langsung via kanal youtube Perwakilan BKKBN DIY ini diikuti kurang lebih 400 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Perwakilan BKKBN DIY maupun instansi lain, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), mitra kerja, akademisi, serta masyarakat umum.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dan arahan dari Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang angka pertumbuhan penduduk, tetapi juga memastikan setiap generasi muda memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan mewujudkan cita-citanya. DIY memiliki modal sosial dan pendidikan yang kuat sebagai Kota Pelajar dengan banyak generasi muda dari berbagai daerah yang datang untuk menempuh pendidikan. Di sisi lain, DIY juga menghadapi dinamika kependudukan berupa struktur penduduk menua (ageing population) yang membutuhkan perhatian bersama dalam menyiapkan generasi muda berkualitas.

“DIY merupakan daerah tujuan pendidikan yang didominasi oleh kelompok usia muda, sekaligus salah satu provinsi dengan struktur penduduk menua di Indonesia. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, literasi kependudukan, kesiapan berkeluarga, serta kepedulian terhadap pembangunan masyarakat,” ujar Rohina.

Webinar menghadirkan Dr. Sumini, M.Sc dari Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai narasumber utama. Dalam paparannya yang berjudul “Orang Muda Bicara Masa Depan: Kependudukan, Keluarga, dan Indonesia Emas 2045”, Sumini menekankan bahwa generasi muda merupakan kelompok strategis dalam pembangunan karena menjadi penentu kualitas bonus demografi Indonesia.

Menurutnya, kelompok usia muda merupakan fase awal yang krusial dalam menentukan apakah masa produktif Indonesia ke depan akan menghasilkan generasi berkualitas atau justru menjadi beban pembangunan. Oleh karena itu, investasi terhadap generasi muda perlu dilakukan melalui peningkatan pendidikan, keterampilan, kesehatan mental, serta penyediaan ruang bagi mereka untuk berkembang dan menyampaikan aspirasi.

Sumini juga menyampaikan bahwa orang muda saat ini memiliki karakter dan harapan yang berbeda, dengan tingginya keterhubungan digital, keinginan untuk mandiri secara ekonomi, serta perhatian terhadap isu kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan. Namun, mereka juga menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidakpastian pekerjaan, ketidaksesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja, serta tekanan sosial yang dapat memengaruhi kondisi psikologis.

“Orang muda bukan hanya bagian dari bonus demografi, tetapi merupakan motor penggerak ekonomi dan pembangunan. Karena itu, menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuhnya potensi generasi muda menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Sumini.

Webinar berlangsung secara interaktif yang tercermin dari tingginya antusiasme peserta pada sesi diskusi dan tanya jawab. Selain menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman bersama mengenai pentingnya isu kependudukan sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Melalui penyelenggaraan webinar ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, dan masyarakat dalam meningkatkan literasi kependudukan. Sinergi tersebut sekaligus diharapkan mampu mendorong peran aktif generasi muda untuk merencanakan masa depan secara lebih baik sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Penulis : Tiara Rosivanengtyas

Editor : Dessy Phawestrina

Dokumentasi : Tim Humas

Rilis : Jumat, 17 Juli 2026

Post Terkait