Menggerakkan Simpul-Simpul Perubahan, Menteri Wihaji Perkuat Garda Terdepan Pencegahan Stunting di Kulon Progo

Kulon Progo – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kulon Progo menunjukkan progres yang menggembirakan. Namun berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) tahun 2025, masih terdapat 9.800 keluarga berisiko stunting yang memerlukan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan. Selain itu, pemerintah juga telah memberikan intervensi pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 1.671 penerima manfaat kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Data tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu, tepat sasaran, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Republik Indonesia, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta untuk memperkuat pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), serta percepatan penurunan stunting melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memastikan berbagai program dan intervensi pemerintah dapat menjangkau keluarga sasaran secara optimal. Dalam rangkaian kunjungan, Menteri Wihaji hadir di kegiatan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Taman Budaya Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kabupaten (Forkopimkab), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat pimpinan tinggi madya Kemendukbangga/BKKBN, staf khusus menteri, perwakilan mitra strategis, panewu, lurah, serta ratusan kader TPK dari seluruh wilayah Kabupaten Kulon Progo.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Wihaji memberikan apresiasi kepada 687 kader TPK yang tergabung dalam 229 tim di Kabupaten Kulon Progo. TPK yang terdiri dari unsur bidan atau tenaga kesehatan, kader PKK, dan kader KB merupakan ujung tombak pembangunan keluarga di tingkat lapangan. Mereka memiliki peran strategis dalam mendampingi calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, keluarga yang memiliki balita, hingga lansia melalui kegiatan penyuluhan, fasilitasi layanan rujukan, dan surveilans keluarga berisiko stunting (KRS). Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra strategis Kemendukbangga/BKKBN secara simbolis menyerahkan bantuan perbaikan rumah kepada dua KRS dari Kapanewon Kokap dan Kapanewon Temon. Program tersebut merupakan bagian dari intervensi yang tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga peningkatan kualitas lingkungan tempat tinggal dan kesejahteraan keluarga.

Dalam arahannya, Menteri Wihaji menegaskan bahwa pembangunan keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. Beliau menekankan bahwa stunting bukan semata persoalan gizi, melainkan masalah multidimensi yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai mitra pembangunan. “Peran TPK sebagai ujung tombak di lapangan menjadi sangat penting untuk memastikan setiap keluarga memperoleh akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial secara optimal” tegasnya. Menteri Wihaji mengajak seluruh TPK untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi yang benar, mengawal berbagai program pemerintah, serta memastikan setiap calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan lansia mendapatkan pendampingan terbaik.

Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK, kader KB, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan kualitas pendampingan kepada keluarga sasaran semakin optimal dan berkelanjutan. Seluruh TPK diharapkan terus menjadi garda terdepan yang aktif dan seluruh pihak terus meningkatkan kepedulian sosial agar setiap keluarga berisiko stunting dapat terjangkau oleh berbagai program dan layanan yang tersedia. Komitmen bersama tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan keluarga yang berkualitas, menurunkan angka stunting secara berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo, sehingga target pembangunan keluarga yang sehat, tangguh, dan berdaya dapat diwujudkan secara nyata hingga tingkat akar rumput.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : Tiara Rosivanengtyas

Dokumentasi    : Christin Aprilya Adam, Kristian S. Widagdo, Gunanto

Rilis                       : Jumat, 19 Juni 2026

Post Terkait