Yogyakarta – Pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi aspek krusial dalam membangun birokrasi yang unggul. Manajemen talenta diterapkan secara sistematis guna memastikan setiap PNS ditempatkan sesuai kompetensi dan potensi yang dimiliki sekaligus memberikan ruang bagi pengembangan kapasitas secara berkelanjutan. Melalui perencanaan karier yang terarah, setiap individu memiliki kesempatan yang jelas untuk meningkatkan kualifikasi, pengalaman, dan kinerja. Pendekatan ini tidak hanya mendorong peningkatan kinerja individu namun juga kinerja organisasi agar lebih profesional, akuntabel, dan berdaya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global.
Kamis, 9 April 2026 Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan pelantikan pegawai dalam Jabatan Fungsional Tertentu (JFT). Pelantikan tersebut meliputi pengangkatan dan perpindahan JFT, yang terdiri dari satu orang Widyaiswara yang dilantik menjadi Pranata Hubungan Masyarakat (Prahum) Ahli Madya, tiga orang Widyaiswara yang dilantik menjadi Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Ahli Muda serta dua orang pelaksana yang dilantik menjadi Penata KKB Ahli Pertama. Prosesi pelantikan dilaksanakan secara khidmat di ruang Widya 1 Perwakilan BKKBN DIY dengan dihadiri saksi, rohaniawan, dan tamu undangan.

Pelantikan pegawai dimaksudkan untuk mendukung optimalisasi tugas dan fungsi organisasi serta mempercepat pencapaian target program instansi dalam mendukung program prioritas presiden. Dalam arahannya, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar posisi administratif melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi tinggi.
“Mari kita bangun budaya kerja yang kolaboratif, baik dalam satu tim kerja maupun antar tim kerja karena tanpa kerjasama yang baik, tujuan kita sebagai sebuah institusi akan sulit terwujud” tegas Iqbal Apriansyah.
Pelantikan ini turut memperkuat budaya kerja berbasis merit, dimana promosi dan pengembangan didasarkan pada capaian kinerja dan kompetensi. PNS diharapkan mampu beradaptasi terhadap perubahan, menguasai teknologi, serta berorientasi pada pelayanan. Dengan SDM yang kompeten dan berintegritas, PNS diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan menuju birokrasi yang modern dan berkelas dunia. Pada akhirnya, diharapkan pelantikan akan membawa dampak positif bagi peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan publik.
“Peralihan jabatan fungsional ini tidak akan mengurangi semangat dalam bekerja, namun justru menjadi tantangan baru yang akan mengalirkan ide-ide segar untuk perbaikan kinerja individu maupun organisasi” ungkap Dessy Phawestrina, Widyaiswara yang dilantik dalam jabatan fungsional Pranata Humas.

Penulis : Tiara Rosivanengtyas
Editor : Tim Humas
Dokumentasi : Gunanto
Rilis : Kamis, 9 April 2026