GUNUNGKIDUL — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meluncurkan aksi nyata pencegahan stunting komprehensif melalui penyaluran bantuan air bersih di Kapanewon Rongkop, Rabu (26/8/2026). Langkah strategis ini direalisasikan melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), sebuah inisiasi kolaboratif yang menggandeng jejaring donatur, mitra swasta, pemerintah daerah hingga tingkat kapanewon dan kalurahan, serta para kader pendamping keluarga. Penyaluran air bersih ini ditujukan untuk memotong rantai risiko stunting dari lini sanitasi dan pemenuhan kebutuhan dasar kelayakan hidup masyarakat.
Akses sanitasi dan ketersediaan air bersih menjadi fondasi vital yang tidak terpisahkan dari agenda intervensi sensitif pencegahan stunting nasional. Intervensi penanganan stunting modern membuktikan bahwa pemberian suplai makanan bergizi tinggi tidak akan pernah optimal apabila anak-anak dan ibu hamil terus-menerus terpapar risiko penyakit infeksi bawaan lingkungan yang tercemar. Kehadiran bantuan air bersih ini memfasilitasi keluarga penerima manfaat dalam membiasakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga higienitas pengolahan asupan gizi, sanitasi alat makan, hingga kebersihan diri dasar anak-anak balita. Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, menegaskan bahwa dengan suplai air yang higienis, paparan infeksi berulang yang menjadi pemicu utama gangguan penyerapan nutrisi pada masa tumbuh kembang emas anak dapat ditekan secara mutlak.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat. Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan bergizi, tetapi kita juga harus memastikan keluarga memiliki lingkungan yang sehat, termasuk akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak. Bantuan air bersih hari ini menjadi contoh nyata bahwa ketika kita bergotong royong, persoalan yang dihadapi masyarakat dapat kita bantu selesaikan bersama,” tegas Rohina.
Selain pemenuhan sarana fisik, momentum kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi masif untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat dalam pengawasan gizi keluarga. Fokus perhatian intervensi dialokasikan secara khusus kepada kelompok sasaran prioritas tinggi, mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, serta anak usia di bawah lima tahun (balita). Para kader pendamping keluarga dan petugas lapangan terus mengedukasi warga agar bantuan sarana air bersih yang dialokasikan ini dikelola serta dimanfaatkan secara bijak dan berkelanjutan. Penanganan masalah kekeringan dan sanitasi di wilayah Gunungkidul ini dibingkai bukan sekadar sebagai bantuan darurat musiman, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan tumbuh kembang anak yang aman dan responsif.
Perwakilan BKKBN DIY menegaskan kembali bahwa penuntasan persoalan stunting merupakan tanggung jawab kolektif yang membutuhkan model sinergi lintas sektor secara berkelanjutan. Penyaluran Program GENTING di Padukuhan Kendal, Kalurahan Melikan, Kapanewon Rongkop ini membuktikan vitalnya kontribusi aktif dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta kerelaan masyarakat penerima manfaat untuk saling menguatkan.
Melalui perintisan ‘Orang Tua Asuh’, program ini berhasil memobilisasi sumber daya swasta dan kepedulian publik untuk turut menopang keluarga rentan dan risiko tinggi stunting. Model kemitraan gotong royong terpadu seperti ini diproyeksikan bakal terus dikembangkan dan direplikasi ke wilayah lainnya di seluruh pelosok DIY, guna memastikan tidak ada satu pun keluarga sasaran yang berjuang sendirian. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya target zero stunting di DIY.
Momentum ini menjadi penguat komitmen bersama untuk membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Keberlanjutan masa depan anak-anak berada di tangan kepedulian kita hari ini. Perwakilan BKKBN DIY mengajak seluruh lapisan masyarakat, sektor swasta, lembaga sosial, serta pemangku kepentingan untuk ikut mengambil peran nyata menjadi bagian dari Orang Tua Asuh Program GENTING.
Setiap kontribusi dan kepedulian yang disalurkan akan menjadi investasi berharga dalam membuka akses intervensi spesifik maupun sensitif bagi keluarga berisiko stunting yang menjadi sasaran prioritas program. Sinergi ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian bersama mampu menghadirkan perubahan yang berdaya jangkau luas. Mari bersama-sama kita ciptakan generasi penerus DIY yang sehat, cerdas, bebas stunting, serta memiliki masa depan yang jauh lebih baik.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Zuhdi Astuti
Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas
Rilis : Rabu, 26 Agustus 2026