JOGJA (3/12/2021) – Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Shodiqin, SH., MM., menyampaikan sambutannya pada acara Pengukuhan Kader Eliminasi Masalah Anak Stunting (EMAS), “Keberadaan Kader EMAS sebagai salah satu wujud kerjasama antara Perwakilan BKKBN DIY bersama PT. Bank BPD DIY, dengan melibatkan organisasi kepemudaan yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap pentingnya pencegahan stunting. BKKBN mengajak semua pemangku kepentingan dan mitra kerja di seluruh tingkatan, bersama-sama peduli dan berpartisipasi dalam percepatan penurunan stunting. Kemitraan merupakan potensi besar dalam mempercepat penurunan stunting hingga angka 14 persen di tahun 2021, sesuai arahan dan spirit Bapak Presidenâ€, terang Shodiqin.
“Pimpinan Cabang Utama PT. Bank BPD DIY, Agus Ridwanta, menyambut baik kerjasama ini, berharap dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BPD DIY menjadi wujud kepedulian kami terhadap pentingnya pencegahan stunting. CSR Bank BPD masih membuka pintu lebar untuk memberikan dukungan terhadap program pemerintah terutama dalam pengentasan kasus stuntingâ€, terang Agus.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh GKR Bendara sebagai Ketua BPD AKU DIY yang memiliki kepedulian terhadap keberadaaan kasus stunting di Indonesia, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. GKR Bendara menyampaikan untuk lebih sensitif dalam mengemas kata stunting, karena masyarakat kita itu kencang akan sebuah stigma yang timbul, tidak hanya permasalahan stunting ataupun covid. Akan tetapi bagaimana kita bisa membungkus diksi stunting agar orang tidak malu dan mau melaporkan kondisi keluarganya sehingga lebih awal bisa teratasi bilamana kondisi mengarah pada stunting untuk mendapatkan perlakuan dan penanganan pencegahan stunting.

Ke depannya, Kader EMAS akan banyak mendapatkan pengalaman berharga berhadapan dengan masyarakat langsung, terutama sasaran rentan stunting baik bumil, ibu menyusui atau ibu dengan bayi di bawah dua tahun (baduta) dan juga calon pengantin. Kader EMAS mendapatkan pelatihan selama 5 hari dan melakukan pendampingan terhadap sasaran rentan stunting. Kader EMAS akan mendapatkan materi mulai dari ketrampilan berkomunikasi, tehnik dasar konseling hingga materi substansi tentang menjadi Orang Tua Hebat melalui Penerapan 8 Fungsi Keluarga, Pengaturan dan Perencanaan Kehamilan, Stunting dan Pengasuhan pada Periode Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) hingga Strategi Keterpaduan Pencegahan Stunting di Lini Lapangan.
Kader EMAS sendiri terdiri dari unsur Pemuda Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Anshor dan Generasi Berencana (GenRe) yang diharapkan mampu menghadirkan kader-kader pemuda dan remaja peduli pencegahan stunting dengan mendapatkan pembekalan soft dan hard skill sebelumnya tentang pencegahan stunting melalui pelatihan, sekaligus diharapkan memperluas cakupan KIE dan pendampingan terhadap pentingnya periode Emas 1000 HPK.
(Bidang KSPK)