YOGYAKARTA — Merencanakan kehamilan bukan sekadar menentukan waktu untuk memiliki atau menambah anak. Di balik setiap pilihan kontrasepsi, ada keputusan penting tentang kesehatan, kesiapan, dan masa depan keluarga. Hari Kontrasepsi Sedunia 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa kontrasepsi bukan semata-mata alat untuk mencegah kehamilan. Lebih dari itu, kontrasepsi adalah bagian dari upaya memberikan ruang bagi setiap pasangan untuk merencanakan kehidupan reproduksinya secara sadar, aman, dan bertanggung jawab.
Mengusung semangat “Kontrasepsi: Informasi Tepat, Pilihan Bijak, Keluarga Sehat”, pelayanan KB didorong semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Informasi yang benar menjadi pintu masuk, pilihan yang sesuai menjadi kunci, dan keluarga yang sehat menjadi tujuan akhirnya. Pesan tersebut mengemuka dalam Kickoff Pelayanan KB Serentak dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day) 2026, yang dilaksanakan di RS dr. Soetarto atau yang lebih dikenal dengan RS DKT Yogyakarta, Senin (7/9).
Momentum ini hadir di tengah tantangan pencapaian Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR). Berdasarkan hasil pemutakhiran PK 2025, prevalensi kesertaan KB modern tercatat menurun dari 61,7 persen menjadi 60,8 persen. Di sisi lain, kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi (unmet need) meningkat dari 11,1 persen menjadi 13,4 persen. Angka tersebut bukan sekadar statistik, namun menjadi pengingat bahwa pekerjaan rumah program KB masih panjang. Akses terhadap informasi, konseling, dan pelayanan kontrasepsi berkualitas perlu terus diperkuat agar Pasangan Usia Subur (PUS) mampu menentukan pilihan berdasarkan pengetahuan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya. Sebab pilihan yang bijak lahir dari informasi yang benar dan keluarga yang sehat dimulai dari keputusan yang direncanakan.
Kemendukbangga/BKKBN bersama pemberi layanan KB pemerintah dan swasta, instansi, serta mitra kerja menyelenggarakan pelayanan KB semua metode secara serentak di seluruh provinsi. Pelayanan difokuskan pada capaian Peserta KB Baru (PB), Peserta KB Baru Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (PB MKJP), serta KB Pascapersalinan (KBPP). Namun demikian, keberhasilan pelayanan tidak semata diukur dari jumlah peserta, kualitas tetap menjadi pijakan. Setiap calon akseptor mendapatkan konseling dan pelayanan yang berpedoman pada standar pelayanan KB berkualitas, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan, tetapi juga informasi yang memadai untuk menentukan pilihan.
Target Program KBKR 2026 telah ditetapkan, prevalensi pemakaian kontrasepsi modern (Modern Contraceptive Prevalence Rate/mCPR) ditargetkan meningkat dari 61,8 persen pada 2025 menjadi 61,9 persen pada 2026. Unmet need ditargetkan turun dari 10,5 persen menjadi 10 persen. Sementara persentase PUS dengan kehamilan tinggi atau “4 Terlalu” ditargetkan turun dari 28,0 persen menjadi 27,7 persen. Langkah ini perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan kontrasepsi yang aman, merata, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat.
Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan program.
Ia berharap momentum tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi pemantik untuk merumuskan langkah strategis, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai wujud nyata komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Hari Kontrasepsi Sedunia yang diperingati setiap 26 September menjadi pengingat bahwa setiap pasangan memiliki hak untuk memperoleh informasi, konseling, dan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas sesuai kebutuhannya. Pada akhirnya, KB tidak boleh berhenti pada angka kepesertaan. Ia harus berujung pada pilihan yang lebih sadar, keluarga yang lebih sehat, dan masa depan generasi yang lebih berkualitas.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : M. Zaitun Fathurachman
Dokumentasi : Kristian S. Widagdo, Gunanto
Rilis : Senin, 7 September 2026