KEMENDUKBANGGA/BKKBN DIY SISWA BEKALI SEKOLAH RAKYAT KEBERANIAN MEMILIH MASA DEPAN

KULON PROGO — Masa remaja bukan sekadar fase untuk tumbuh, tetapi masa penting untuk menentukan arah kehidupan. Kesadaran inilah yang dibangun dalam kegiatan pembekalan ketahanan remaja bagi siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Kulon Progo, Rabu (19/8/2026). Di tengah derasnya arus informasi dan pergaulan digital, siswa diajak mengenali berbagai risiko di sekitarnya sekaligus membangun keberanian untuk mengambil keputusan yang sehat, aman, dan bertanggung jawab. Pembekalan ini diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi berbagai pilihan dan tantangan menuju kehidupan dewasa.

Pembekalan tersebut menempatkan kemampuan memilih sebagai bekal utama menghadapi masa depan. Para siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai perilaku yang perlu dihindari, tetapi juga diajak memahami pentingnya pengendalian diri, kemampuan mengenali risiko, serta keberanian mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan. Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY, Rohina, M.Si., menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan remaja mengambil keputusan sejak sekarang.

Remaja hari ini bukan hanya sedang mempersiapkan masa depannya sendiri, tetapi juga menjadi penentu kualitas generasi Indonesia pada masa mendatang. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan untuk memilih, bukan sekadar diberi tahu mana yang boleh dan tidak boleh,” ujarnya.

Ruang digital menjadi salah satu tantangan remaja yang mendapat perhatian. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi dapat membentuk cara berpikir dan perilaku melalui konten yang dikonsumsi setiap hari. Siswa diingatkan untuk mengenali tanda-tanda yang perlu diwaspadai, termasuk ajakan merahasiakan hubungan, permintaan foto atau video pribadi, serta pendekatan berlebihan dari orang asing. Menjaga privasi akun, tidak membagikan informasi pribadi secara sembarangan, dan berani bercerita kepada orang yang dipercaya menjadi bagian dari kecakapan yang perlu dimiliki remaja.

Selain ketahanan di ruang digital, siswa diperkenalkan dengan Triad KRR, yaitu tiga persoalan yang perlu dihindari dalam perjalanan menuju masa dewasa: pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan NAPZA. Pendekatan yang diberikan tidak semata-mata berbicara tentang larangan, tetapi mendorong kesiapan remaja dari berbagai sisi, mulai dari fisik, psikologis, kesehatan reproduksi, pendidikan hingga kemandirian ekonomi. Bekal tersebut diharapkan membantu siswa menyusun pilihan hidup secara lebih terarah sebelum memasuki tahapan kehidupan berikutnya.

Pada akhirnya, ketahanan remaja dibangun melalui lingkungan yang memungkinkan mereka bertanya, bercerita, dan memperoleh dukungan. Keluarga, guru, teman sebaya, konselor, serta ruang seperti Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) memiliki peran penting dalam proses tersebut. Melalui kegiatan di Sekolah Rakyat Kabupaten Kulon Progo, penguatan ketahanan remaja diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bekal nyata ketika siswa berhadapan dengan berbagai pilihan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, menjadi remaja tangguh bukan berarti bebas dari masalah, melainkan mampu mengenali risiko, mencari bantuan, dan tetap memegang kendali atas masa depannya.

Penulis : Dessy Phawestrina

Editor : Kristian S. Widagdo

Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas

Rilis : Rabu, 19 Agustus 2026

Related posts