Yogyakarta – Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan ramah anak melalui Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA). Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan dan sinergitas Kemitraan yang melibatkan instansi lintas sektor sebagai upaya strategis membangun sistem pengasuhan anak usia dini yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 4 Mei 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, organisasi profesi, hingga lembaga perlindungan anak. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kolaborasi dalam pembinaan layanan Tempat Penitipan Anak (TPA) sebagai bagian dari sistem pengasuhan alternatif yang mendukung keluarga, khususnya bagi orangtua bekerja.
Dalam sambutannya, Mohamad Iqbal Apriansyah, Kepala Perwakilan BKKBN DIY menegaskan bahwa pengasuhan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia menuju visi Indonesia Emas 2045. “Melalui program TAMASYA, kami ingin memastikan hadirnya layanan pengasuhan yang terintegrasi, sehingga orangtua dapat tetap produktif bekerja tanpa mengabaikan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujarnya.

Program TAMASYA sendiri hadir sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan layanan pengasuhan seiring tingginya partisipasi orangtua, khususnya perempuan, dalam dunia kerja. Data hingga Oktober 2025 mencatat terdapat 2.577 TPA di Indonesia dan 224 unit berada di DIY. Namun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi, di antaranya masih adanya layanan penitipan anak yang belum memiliki legalitas, keterbatasan kapasitas dan sarana, serta kualitas SDM pengasuh yang belum sepenuhnya tersertifikasi. Bahkan, sekitar 66,7% pengasuh TPA belum memiliki sertifikasi profesional yang berpotensi memengaruhi kualitas pengasuhan.
Lebih lanjut, Kepala Perwakilan BKKBN DIY menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan tersebut. “Kita membutuhkan kolaborasi yang solid antar instansi, mulai dari aspek regulasi, peningkatan kapasitas pengasuh, hingga pengawasan layanan. Tidak boleh ada lagi kompromi bagi keselamatan dan perlindungan anak,” tegasnya. Ia juga menyoroti pentingnya literasi pengasuhan bagi keluarga agar lebih selektif dalam memilih layanan day care yang aman dan berkualitas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pengasuhan anak usia dini, sekaligus memperkuat sistem koordinasi dan pelaporan yang terintegrasi. Dengan melibatkan berbagai pihak diharapkan Program TAMASYA mampu menjadi model pengasuhan anak yang tidak hanya responsif terhadap kebutuhan zaman, tetapi juga menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara menyeluruh.
Sebagai penutup, Kepala Perwakilan BKKBN DIY mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah nyata dalam membangun masa depan bangsa. “Investasi terbaik bagi bangsa adalah memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan. Sinergi hari ini adalah kunci untuk generasi unggul di masa depan,” pungkasnya.

Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi : Gunanto
Rilis : Senin, 4 Mei 2026