SEKOLAH AYAH JALU MITUHU MENGGEMA HINGGA NASIONAL, PACAREJO GUNUNGKIDUL SABET JUARA 1 GATI DALAM GENTING COLLABORATION SUMMIT 2026

JAKARTA – Dari sebuah kalurahan di pelosok Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebuah gerakan penguatan peran ayah berhasil menembus panggung apresiasi nasional. Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, sukses mengukir prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Apresiasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Tahun 2026, kategori Desa/Kelurahan Ayah Teladan (DEKAT) Cluster B.

Capaian ini bukan sekadar trofi kemenangan, melainkan pengakuan atas ikhtiar nyata membangun ketahanan keluarga melalui penguatan figur ayah. Di balik keberhasilan tersebut, tersimpan sebuah inovasi yang menjadi lokomotif perubahan, yakni Sekolah Ayah “Jalu Mituhu”, sebuah program edukasi bagi pamong dan dukuh untuk memperkokoh keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.

Melalui Sekolah Ayah Jalu Mituhu, pamong dan dukuh tidak hanya ditempatkan sebagai pemangku kewilayahan, tetapi juga didorong menjadi agen penggerak perubahan sosial. Mereka dibekali edukasi dan pemahaman mengenai pentingnya peran ayah, sekaligus didorong mengambil bagian aktif dalam menggemakan nilai-nilai pengasuhan dan tanggung jawab keluarga di lingkungan masing-masing.

Inovasi ini menghadirkan pendekatan yang menarik: menguatkan keluarga melalui figur-figur yang memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat. Pamong dan dukuh menjadi motor penggerak untuk menyemai kesadaran bahwa kehadiran ayah tidak boleh berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi semata. Ayah juga memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan, pendidikan, perlindungan, serta pembentukan karakter anak.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) dalam rangkaian acara GENTING Collaboration Summit 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/11).

Prestasi Pacarejo menjadi bukti bahwa inovasi pembangunan keluarga tidak selalu harus berangkat dari program berskala besar. Gerakan yang tumbuh dari akar rumput, ketika dirancang dengan pendekatan yang tepat dan melibatkan tokoh masyarakat, mampu menghadirkan dampak sekaligus memperoleh pengakuan di tingkat nasional.

Lebih dari itu, keberhasilan ini mengirimkan pesan kuat bahwa gerakan ayah teladan membutuhkan keterlibatan kolektif. Penguatan peran ayah bukan semata urusan domestik, melainkan investasi sosial untuk melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan berkualitas. Ayah teladan tidak lahir begitu saja, tetapi tumbuh melalui edukasi, keteladanan, dan ekosistem masyarakat yang memberi ruang bagi keterlibatan ayah dalam pengasuhan.

Capaian Kalurahan Pacarejo diharapkan menjadi pemantik semangat bagi Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) dan kalurahan lainnya untuk mereplikasi praktik baik serupa. Semakin banyak ayah yang terlibat dalam pengasuhan, semakin terbuka peluang terwujudnya keluarga yang harmonis, tangguh, dan berkualitas. Mari jadikan keluarga sebagai ruang pertama tumbuhnya generasi hebat, karena ayah yang hadir hari ini adalah fondasi bagi masa depan Indonesia.

Penulis             : Dessy Phawestrina
Editor               : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi    : A. Utomo Budi Santoso
Rilis                 : Kamis, 5 November 2026

Related posts