YOGYAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki asupan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Program prioritas nasional ini juga mulai dioptimalkan sebagai pintu masuk edukasi kesehatan reproduksi keluarga, khususnya melalui penguatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP).
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kegiatan Uji Coba Media KIE KBPP melalui Program MBG 3B di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang berlangsung pada 4–6 November 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Kemendukbangga/BKKBN untuk menghadirkan edukasi KB pascapersalinan yang lebih komunikatif, membumi, dan mudah diserap oleh keluarga penerima manfaat.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, dalam sambutannya di Yogyakarta, Kamis (5/11), menegaskan bahwa distribusi MBG 3B menyimpan peluang besar untuk memperluas jangkauan edukasi KBPP. Sebab, kader pendamping keluarga memiliki intensitas perjumpaan langsung dengan ibu dan keluarga ketika menyalurkan makanan bergizi.
“Setiap kali kader mengantarkan makanan bergizi, di situlah kader bertemu langsung dengan keluarga. Pertemuan inilah yang ingin kita manfaatkan agar pesan tentang KB Pascapersalinan dapat sampai kepada ibu dengan cara yang akrab dan mudah diterima,” ungkap Rohina.
Peluang tersebut ditopang oleh jangkauan program yang tidak kecil. Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) September 2026, sebanyak 151.396 kader pendamping keluarga mendistribusikan MBG kepada 10.930.321 penerima manfaat. Jumlah itu mencakup 976.808 ibu hamil, 2.525.760 ibu menyusui, serta 7.427.753 anak balita berusia 6 bulan hingga 5 tahun.
Besarnya cakupan ini membuka ruang bagi kader untuk menjalankan peran ganda yaitu memastikan distribusi makanan bergizi sekaligus menyampaikan pesan kesehatan keluarga. Dengan demikian, interaksi yang semula berorientasi pada pemenuhan gizi dapat berkembang menjadi kanal literasi kesehatan reproduksi yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
KBPP sendiri merupakan pelayanan keluarga berencana yang diberikan setelah persalinan hingga 42 hari. Pelayanan ini penting untuk membantu pasangan mengatur jarak kelahiran, mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, serta menghindari risiko kehamilan 4 Terlalu: terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak. Pada akhirnya, perencanaan kehamilan yang sehat turut berkontribusi terhadap penurunan risiko kematian ibu dan bayi serta stunting.
Urgensi penguatan layanan ini juga tercermin dalam RPJMN 2025–2029 yang menempatkan KBPP sebagai bagian dari Prioritas Nasional, dengan sasaran 75 persen ibu bersalin menggunakan KBPP pada akhir 2029. Akan tetapi, keterbatasan pemahaman keluarga, mitos dan stigma mengenai kontrasepsi pascapersalinan, serta pengaruh budaya dan adat setempat menjadi faktor penghambat yang perlu diperhitungkan. Oleh sebab itu, media edukasi tidak cukup hanya informatif, tetapi juga harus atraktif, praktis, relevan, dan selaras dengan karakteristik sasaran.
Dalam uji coba di DIY, empat produk media KIE dievaluasi, yakni kartu edukasi KBPP beserta panduan penggunaannya, videografis KBPP, diary ibu, dan kalender keluarga. Penilaian diarahkan pada keterpahaman pesan, keterbacaan, daya tarik tampilan, kemudahan penggunaan, kesesuaian materi, serta penerimaan kelompok sasaran. Kegiatan ini turut mendapat dukungan UNFPA melalui program kerja sama UNFPA-Indonesia Siklus ke-11. Yogyakarta menjadi salah satu dari tiga provinsi lokasi uji coba, bersama Gorontalo dan Jawa Barat.
Saatnya keluarga mengambil peran, para ibu, pasangan, dan keluarga diharapkan tidak ragu mencari informasi KB pascapersalinan melalui kader pendamping keluarga, PKB/PLKB, maupun tenaga kesehatan. Jangan biarkan mitos menggantikan informasi yang benar. Kenali pilihan kontrasepsi, konsultasikan kebutuhan setelah persalinan, dan rencanakan kehamilan berikutnya secara aman serta sehat. Keluarga berkualitas berawal dari keputusan yang tepat.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : M. Zaitun Fathurachman
Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas
Rilis : Kamis, 5 November 2026