Yogyakarta – Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta terus memperkuat perannya dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga melalui pengembangan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Komitmen tersebut ditegaskan dalam Workshop Penguatan Pengurus BPC Asosiasi Kelompok UPPKA (AKU) Kota Yogyakarta dan Pengukuhan Ketua BPR AKU Kemantren Masa Bakti 2026–2029 di Yogyakarta, Selasa (4/8). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas jejaring kemitraan agar kelompok UPPKA semakin adaptif, inovatif, dan mampu menjawab tantangan pengembangan usaha keluarga. Sejalan dengan transformasi BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), pembangunan keluarga kini tidak hanya berorientasi pada pengendalian penduduk, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup melalui penguatan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama keluarga yang tangguh.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY, Rohina, M.Si., menegaskan bahwa penguatan ekonomi keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan keluarga berkualitas. Menurutnya, keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi akan lebih mampu memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menghadapi berbagai tantangan sosial maupun ekonomi.
“UPPKA hadir sebagai salah satu program strategis dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga. Melalui UPPKA, keluarga didorong untuk mengembangkan usaha produktif, meningkatkan keterampilan, mengoptimalkan potensi yang dimiliki, serta menciptakan sumber pendapatan yang berkelanjutan,” ujar Rohina.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis keluarga menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan berdaya. Melalui pembinaan yang berkesinambungan, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY terus mendorong agar setiap kelompok UPPKA mampu berkembang menjadi usaha keluarga yang produktif, inovatif, dan memiliki daya saing.
Saat ini Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 1.334 kelompok UPPKA, dengan 164 kelompok berada di Kota Yogyakarta. Jumlah tersebut mencerminkan besarnya potensi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis keluarga sekaligus menjadi modal sosial yang perlu terus diperkuat. Dalam konteks tersebut, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY menempatkan Asosiasi Kelompok UPPKA (AKU) sebagai mitra strategis yang berperan menghubungkan berbagai kelompok usaha keluarga agar dapat saling belajar, berbagi pengalaman, memperluas akses pasar, serta membangun kolaborasi lintas sektor. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kelompok UPPKA diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menghasilkan produk yang kompetitif, memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas jaringan usaha sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Rohina menambahkan, penguatan organisasi hingga tingkat wilayah melalui pengukuhan kepengurusan baru harus menjadi energi baru dalam mendampingi kelompok-kelompok UPPKA secara nyata.
“Melalui workshop ini saya berharap lahir strategi yang konkret dalam membangun organisasi yang produktif, memperluas kemitraan, meningkatkan kualitas produk, memanfaatkan pemasaran digital, serta memperkuat jejaring usaha sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pemberdayaan ekonomi keluarga tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi AKU, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat agar ekosistem pengembangan usaha keluarga semakin kuat dan berkelanjutan.
Melalui penguatan kapasitas organisasi, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta kolaborasi multipihak, Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY optimis kelompok UPPKA akan terus berkembang menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi keluarga di Daerah Istimewa Yogyakarta. Keberadaan UPPKA tidak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan berkualitas. Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY berkomitmen untuk terus menghadirkan pendampingan, memperluas kemitraan, serta mendorong inovasi agar kelompok UPPKA mampu tumbuh sebagai usaha keluarga yang mandiri, berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan keluarga serta kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi : Diah Sulistyowati
Rilis : Selasa, 4 Agustus 2026