Dari Kompetisi ke Inspirasi: Perjalanan Juara Nasional ATLL Menguatkan Semangat ASN Kemendukbangga/BKKBN DIY

Yogyakarta – Juara boleh menjadi tujuan, tetapi proses untuk sampai ke sana jauh lebih berharga. Pesan itulah yang mengemuka dalam “Jumat Sharing Seri 6” Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (31/7/2026). Mengangkat tema “Berbagi Pengalaman Mengikuti Apresiasi Tenaga Lini Lapangan (ATLL)” Jumat Sharing kali ini menghadirkan narasumber Nano Susanto, S.K.M., Penyuluh KB Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo, dan diikuti oleh seluruh ASN Perwakilan BKKBN DIY, termasuk Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) yang bertugas di setiap kemantren dan kapanewon. Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, mendorong ASN untuk tidak takut menunjukkan kemampuan dan berani mengambil kesempatan untuk berprestasi.

Prestasi bukan hanya tentang mendapatkan penghargaan, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba, belajar, dan menunjukkan bahwa kita mampu memberikan yang terbaik,” pesannya dalam sambutan pembukaan.

Dalam paparannya, Nano menjelaskan bahwa ATLL bukan sekadar kompetisi, namun sarana mengembangkan kapasitas diri sekaligus membuktikan kualitas kinerja Penyuluh KB sebagai ujung tombak pelaksanaan Program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting. Perjalanan menuju tingkat nasional dilalui secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, dengan sejumlah tahapan penilaian seperti profil peserta, orientasi, kuis Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting, unjuk bakat seni dan budaya, serta wawancara inovasi. Ia menekankan pentingnya niat yang sungguh-sungguh, memahami proses, mempersiapkan diri, fokus, serta membangun support system yang optimal.

Di balik pencapaian Nano, terdapat berbagai praktik dan inovasi yang lahir dari persoalan nyata di lapangan. “SAMAWA (Sampun Mantep Wantun)” misalnya, dibangun melalui kolaborasi lintas sektor untuk memastikan calon pengantin memperoleh edukasi dan kesiapan menuju kehidupan berumah tangga. “KUDU PENTING” hadir melalui kunjungan ke posyandu untuk memperkuat monitoring, edukasi, dan advokasi percepatan penurunan stunting. Sementara “KETANTING” menyasar pasangan usia dini melalui edukasi dan pendampingan bersama lintas sektor. Nano juga mengembangkan “UNO Stacko Bangga Kencana”, sebuah media pembelajaran kreatif yang memanfaatkan permainan untuk membuat materi Bangga Kencana lebih mudah diterima dan dipahami. Bagi Nano, inovasi tidak harus rumit, yang penting adalah mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan membuat pekerjaan di lapangan menjadi lebih efektif.

Nano menyampaikan satu pesan yang dibawanya dari pengalaman ATLL yaitu “Tuntas, Totalitas, Ikhlas,” karena ketuntasan membangun kepercayaan, totalitas membentuk kualitas, dan keikhlasan menghadirkan keberkahan. Prinsip tersebut sejalan dengan pengalaman ATLL yang menurutnya membuka pintu silaturahmi, memperluas kesempatan belajar dan berbagi, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi untuk terus berkarya.

No Hard Feeling, No Hard People, jangan baperan, jangan mudah ngambek, dan jangan mudah marah. Seorang penyuluh KB perlu menghadirkan energi positif dalam lingkungan kerja, tidak mempersulit urusan orang lain, serta sebisa mungkin menjadi bagian dari solusi,” pungkasnya.

Penulis : Dessy Phawestrina

Editor : Tiara Rosivanengtyas

Dokumentasi : Kristian S. Widagdo, Gunanto

Rilis : Jumat, 31 Juli 2026

Post Terkait