Jawa Barat Hadapi Tujuh Isu Kependudukan

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengungkapkan, saat ini, tujuh isu kependudukan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia, terutama Jawa Barat. Hal ini dia ungkapkan saat menjadi narasumber dalam Konsolidasi Penggarapan Ketahanan Keluarga bagi para petugas di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat di Bandung, Jumat, 17 Februari 2017. Menurut istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tersebut, tujuh isu kependudukan itu, yakni kemiskinan, pemberdayaan perempuan dan generasi muda, kekerasan terhadap perempuan dan anak, kesehatan dan reproduksi, lingkungan, kesehatan masyarakat lanjut usia, dan penataan ruang. Pada masalah pemberdayaan perempuan dan…

Read More

Isu Kependudukan Pasca 2015

Dunia kini tengah menghadapi isu-isu kependudukan yang baru dan berbeda. Menurut May (2012), heterogenitas atau keberagaman kondisi demografis yang terjadi saat ini tak lepas dari kebijakan kependudukan di masa yang lalu. Misalnya beberapa negara dan wilayah dengan tingkat kelahiran tinggi, TFR diatas 4, masih berada dalam tahapan ledakan penduduk (explosion stage) dengan pertambahan penduduk sebesar tiga atau empat kali lipat setiap empat puluh tahun. Akibatnya, struktur umur penduduk di wilayah itu sangat muda dan tingkat migrasi keluar sangat tinggi. Di negara-negara yang mengalami ledakan penduduk, pengurangan tingkat kelahiran dan laju pertumbuhan penduduk…

Read More

Jadikan Ilmu Sebagai Penopang Keluarga

Kami menikah 19 Desember 2015 silam saat saya berusia 22 tahun dan istri 23 tahun. Awal pertemuan kami dimulai dari sebuah kegiatan kompetisi keilmuan, yaitu kompetisi esai nasional. Dia panitia dan saya finalis. Satu hal yang menjadi prinsip yang mengakar dari keluarga saya bahwa ilmu adalah harta yang tak ternilai. Kompetisi esai itu saya ikuti dengan keyakinan bahwa saya dapat berbagi dan mendapatkan harta berharga berupa ilmu, ternyata saya diberi bonus pertemuan dengan istri saya kini.   Ilmu merupakan suatu cara atau dasar kemampuan dalam bertindak. Tanpa ilmu, perasaan akan…

Read More

Menjaga Kesehatan Keluarga dengan Berhenti Merokok

Penggunaan tembakau merupakan penyebab penyakit yang umum dan dapat dicegah. Sekitar setengah dari seluruh orang yang tidak berhenti merokok akan meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan rokok. Tidak hanya membahayakan diri sendiri, rokok juga membahayakan orang-prang disekitarnya yang terkena asap rokok termasuk keluarga dan kerabat. Isu kenaikan harga rokok yang baru-baru ini muncul dapat menjadi momentum perokok, tidak hanya untuk mengurangi, namun juga berhenti merokok. Berikut adalah beberapa tips untuk berhenti merokok. Niatkan untuk berhenti merokok Mungkin kamu telah mencoba untuk berhenti merokok dan tidak berhasil. Namun jangan khawatir, kunci…

Read More

Pentingnya Remaja Menjaga Kesehatan Reproduksi

Remaja memiliki rasa keingintahuan yang besar dan cenderung ingin mengeksplorasi dunia, hingga terkadang memilih pilihan-pilihan hidup tanpa pertimbangan yang matang. Apabila tidak diperhatikan, remaja rentan melakukan perbuatan berisiko dan dapat memunculkan berbagai masalah. Salah satu masalah yang bisa timbul akibat perilaku tersebut adalah masalah kesehatan reproduksi.  Kesehatan reproduksi sering disalah artikan sebagai hubungan seksual saja, sehingga banyak orang tua yang merasa bahwa topik pembicaraan ini tidak pantas untuk dibicarakan dengan remaja. Padahal, kesehatan reproduksi merupakan keadaan kesehatan fisik, mental, dan sosial, sehingga tidak melulu membahas mengenai hubungan seksual.  Minimnya informasi…

Read More

Alasan Kenapa Memilih Vasektomi?

“One less thing to worry about. Kerja dipikirin, tagihan dipikirin, masa’ pas birahi pun masih harus mikir?” Mengutip ucapan seorang pria ketika ditanya apa yang mendorongnya untuk mempertimbangkan vasektomi sebagai salah satu metode kontrasepsi. Seloroh yang disampaikannya secara ringan, namun ada unsur keseriusan di dalamnya. Ketika pria tadi ditanya mengapa tidak meminta istrinya saja yang menggunakan alat kontrasepsi seperti pil atau IUD, dia menjawab, “Kalau semua keputusan kontrasepsi ada di tangan istri, keputusan untuk bersenggama atau tidak semuanya jadi ada di tangan dia juga dong? Gue sih ngelihat vasektomi sebagai…

Read More

Kiat Menjadi Orang Tua Bijak Bagi Perkembangan Karakter Anak

Oleh : Firma Novita  (Widyaiswara Pertama BKKBN) ​ Anak merupakan aset berharga keluarga di masa depan yang akan meneruskan garis keturunan. Pengasuhan dan pendidikan yang baik sangat berpengaruh terhadap pola tingkah laku dan penataan masa depan yang baik bagi seorang anak. Apabila keluarga, terutama orang tua salah dalam mendidik anak-anaknya, maka berkemungkinan besar akan mendatangkan hal yang buruk bagi anak dan keluarga itu sendiri. Pemberian pola asuh yang benar dan penanaman sifat kepatuhan mempunyai porsi yang besar dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak. Namun demikian, kepatuhan seorang anak harus berasal dari…

Read More

Mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kependudukan Dan Keluarga Berencana

Yeni Usman  Penyuluh Keluarga Berencana Kota Pariaman Email : [email protected] Program keluarga berencana nasional merupakan salah satu program pemerintah yang pada awalnya diatur berdasarkan undang-undang No 10 tahun 1992 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera, namun dalam perkembangannya telah disempurnakan dengan terbitnya UU No 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, begitu pula dengan pengertian keluarga berencana. Berdasarkan UU No 52 tahun 2009 disebutkan bahwa yang dimaksud dengan keluarga berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan dan…

Read More

Memaknai Keluarga ​Sebagai Basis Utama Penerapan Revolusi Mental

(Oleh Firma Novita – Widyaiswara Pertama BKKBN) Revolusi Mental pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno dalam pidato kenegaraan beliau saat memperingati Proklamasi Kemerdekaan tahun 1957. Pada masa itu Presiden Soekarno melihat revolusi nasional dalam kondisi yang stagnan karena adanya penurunan semangat jiwa revolusioner, pola pikir kolonial serta banyaknya penyelewengan serta penyakit mental yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.  Sehingga melihat kondisi saat itu, maka Bung Karno pun menyerukan perlunya “Revolusi Mental”. Beliau mengatakan, “Karena itu maka untuk keselamatan bangsa dan negara, terutama dalam taraf nation building dengan segala bahayanya…

Read More