Yogyakarta – Perwakilan BKKBN DIY menerima kunjungan Kemenko Kumham Imipas dalam rangka Sinkronisasi dan Koordinasi terkait Pemberdayaan dan Pemajuan Hak Disabilitas dan Lanjut Usia (Lansia) pada Kamis, 12 Februari 2026. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Bapak Temmanengnga Asisten Deputi Pemberdayaan dan Pemajuan Hak Kelompok Rentan Kemenko Kumham Imipas dan diterima oleh Sekretaris BKKBN DIY bersama Ketua Tim Kerja terkait.
Temmanengnga menyampaikan bahwa berdasarkan data saat ini baru ada 11 dari 38 provinsi yang telah memiliki Perda terkait lansia, salah satunya Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu perlu penggalian informasi yang lebih mendalam sebagai bahan penyusunan rekomendasi kebijakan terkait lansia, utamanya pada aspek regulasi, implementasi dan kolaborasi. Jika memungkinkan DIY dapat menjadi pilot project program lansia yang bisa direplikasi di wilayah lain.

Hal tersebut disambut baik oleh Perwakilan BKKBN DIY, meskipun tidak memiliki program khusus bagi penyandang disabilitas namun banyak kegiatan yang telah melibatkan sasaran penyandang disabilitas. Selain itu secara nasional DIY memiliki jumlah lansia tertinggi di Indonesia dan telah mengembangkan regulasi serta berbagai program terkait lansia. Program di BKKBN bagi lansia menggunakan pendekatan keluarga yang diwadahi dalam kelompok kegiatan Bina Keluarga Lansia. Lansia Berdaya (SIDAYA) yang saat ini menjadi salah satu program prioritas BKKBN merupakan bentuk keseriusan untuk memastikan bahwa tidak ada sasaran yang tertinggal, no one left behind. Perwakilan BKKBN DIY juga memiliki program Sekolah Lansia (SL) yang bekerjasama dengan Indonesia Ramah Lansia (IRL) dan saat ini sedang mendorong kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, salah satunya Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ke depan diharapkan ada proses bisnis bahwa BKKBN fokus menyediakan sasaran yaitu Kader BKL, keluarga dan lansia itu sendiri, sementara narasumber dapat difasilitasi oleh Kementerian atau Dinas terkait agar implementasi program di lapangan tidak tumpang tindih. Diharapkan pilot project program lansia dapat dilaksanakan di DIY sehingga bisa menjadi percontohan untuk direplikasi di wilayah lain. Melalui sinergi ini, diharapkan kebijakan dan program yang hadir semakin inklusif, berkeadilan, dan menjawab kebutuhan penyandang disabilitas serta lansia di DIY.
[Dessy Phawestrina]