Mudik 2024 dan Refleksi Masalah Kependudukan DIY

Artikel ini telah dimuat di Harian Jogja Sabtu 20 April 2024, Aspirasi Halaman 9 Pada periode Idulfitri 2024, Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah masyarakat yang melakukan mudik mencapai 193,6 juta jiwa, meningkat 13,7% dari tahun sebelumnya. Ini berarti hampir 70% penduduk melakukan mudik, karena menurut data kependudukan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Indonesia pada Desember 2023 mencapai 280,73 juta jiwa. Dampak Lebaran terhadap perekonomian daerah serta aspek budaya terkait fenomena mudik sudah banyak diulas. Tulisan ini mengajak pembaca untuk merefleksikan hal lain yaitu permasalahan kependudukan.…

Read More

Padukan Momentum Dengan Pelayanan, Strategi Kejar Target Metode Kontrasepsi Jangka Panjang

BANTUL — Peringatan Hari Kartini 21 April bagi BKKBN merupakan kesempatan atau momentum untuk mendongkrak capaian target pelayanan KB, utamanya KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dalam rangka memanfaatkan momentum Hari Kartini inilah BKKBN menggelar Baksos Pelayanan KB serentak 18 – 30 April 2024 di seluruh faskes termasuk tempat praktek bidan di seluruh provinsi di Indonesia. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani meninjau pelaksanaan Baksos yang diselenggarakan di tempat praktek mandiri bidan Amalia di kota Bantul pada Senin, 22 April 2024. Ketua Tim Penggerak PKK…

Read More

Tingkatkan Kesertaan KB Pria, Perwakilan BKKBN DIY Selenggarakan Lomba Kelompok KB Pria

Merespon belum maksimalnya kesertaan KB Pria, Perwakilan BKKBN DIY adakan Lomba Kelompok KB Pria pada Kamis (18/4) di Ruang Kencana, Perwakilan BKKBN DIY. Kegiatan ini selain bertujuan untuk meningkatkan kesertaan KB Pria juga bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada kelompok KB pria atas kontribusi aktif dan dedikasinya dalam program KB pria. Tujuan lain dari kegiatan ini adalah meningkatkan komitmen kelompok KB pria dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kelompok KB Pria diharapkan juga dapat berperan dalam mencegah 4 Terlalu melalui pemberian edukasi,” harap Ritamariani selaku Kepala Perwakilan BKKBN DIY dalam sambutannya. Pencegahan…

Read More

Upayakan Data Stunting Valid, BKKBN Instruksikan Penyuluh KB Pastikan Setiap Balita Diukur Di Posyandu

YOGYAKARTA — Salah satu sebab mengapa data angka stunting yang selama ini dipakai untuk perencanaan dan perumusan kebijakan adalah data hasil survei dan bukan data riil hasil pendataan adalah karena pendataan yang dilakukan selama ini masih jauh dari 95 persen sasaran terdata. Untuk diketahui, cakupan 95 persen pendataan secara metodologis dianggap sudah memadai untuk disimpulkan. Kenyataannya, cakupan pendataan stunting melalui aplikasi EPPGBM secara nasional belum mencapai 60 persen. EPPGBM merupakan singkatan dari (aplikasi) Elektronik Pendataan dan Pelaporan Gizi Berbasis Mayarakat. Data yang dilaporkan berbasis elektronik ini sepanjang terkait stunting didapatkan…

Read More

Hadapi Langsung Sasaran Program Bangga Kencana, Peran Petugas Lini Lapangan Diapresiasi

YOGYAKARTA — Petugas Lini Lapangan adalah sebutan di lingkungan BKKBN bagi petugas KB yang berada dan berhadapan langsung dengan sasaran program di masyarakat. Mereka adalah para Penyuluh KB dan para Kader KB yang terlibat dalam berbagai kelompok kegiatan (Poktan). Peran petugas lini lapangan ini sangat penting karena eksekusi dan keberhasilan setiap program Bangga Kencana ada di tangan mereka. Guna memberikan apresiasi kepada para petugas lini lapangan tersebut, maka setiap tahun BKKBN melaksanakan pemilihan tenaga lini lapangan secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan nasional. Di Perwakilan BKKBN DIY, tahap nominasi…

Read More

Dokter Hasto : Belum Final, Angka Stunting Hasil Survei Perlu Dipadankan Dengan Pengukuran Riil Di Posyandu

YOGYAKARTA—Dokter Hasto, panggilan akrab Kepala BKKBN Hasto Wardoyo berpesan agar para kader kesehatan dan kader KB di lapangan untuk menuntaskan pengukuran status gizi balita di Posyandu dan melaporkannya melalui EPPGBM atau aplikasi elektronik Pengukuran dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat. Hal itu disampaikan dokter Hasto menjawab awak media seusai memberikan arahan pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Program Bangga Kencana Provinsi DIY di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Kamis (28/03/2024). EPPGBM merupakan aplikasi elektronik untuk melaporkan hasil pencatatan status gizi masyarakat yang dilakukan oleh tenaga medis dan kader di Posyandu. Yang dicatat dan…

Read More

Penyuluh KB, Ujung Tombak Keberhasilan Sekaligus Sasaran Tembak Bila Target Tidak Tercapai

YOGYAKARTA — Penyuluh KB merupakan bagian dari BKKBN yang berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga menjadi ujung tombak keberhasilan Program Bangga Kencana dan Penurunan Stunting. Selain sebagai ujung tombak, mereka juga menjadi ujung tembak. Artinya jika ada tcapaian program yang kurang, mereka juga yang pertama akan menjadi sasaran tembak. Maka tim-tim kerja yang ada pada Perwakilan BKKBN harus memastikan para Penyuluh KB bekerja secara sistematis dan terarah dalam memenuhi target kinerja program di wilayah kerjanya masing-masing. Untuk mewujudkan hal tersebut, pada Selasa, 26 Maret 2024 Kepala Perwakilan BKKBN DIY Dr. Andi…

Read More

Peduli Kesehatan Reproduksi Dari Balik Jeruji Lapas Perempuan

GUNUNGKIDUL — Terdapat sejumlah alasan bagi para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (lapas) untuk merasa bosan menjalani masa hukuman mereka,. Jangankan yang menjalani pidana bertahun-tahun, mereka yang mendapatkan hukuman kurungan beberapa bulan saja tidak bisa lepas dari kejenuhan menjalani rutinitas harian kehidupan di lapas. Para petugas lapas memang melayani dan mengupayakan aktivitas bagi para warga binaan, namun wajar dan manusiawi jika para warga binaan membutuhkan sesuatu aktivitas di luar rutinitas mereka. Oleh karena itu kunjungan baksos oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY Dr. Andi Ritamariani MPd. beserta jajarannya, disambut dengan sangat antusias oleh…

Read More

Latih 5.556 Anggota TPK Dari Tiap Desa, BKKBN DIY Ingin Pencegahan Stunting Jadi Gerakan Masyarakat

YOGYAKARTA — Sebagaimana diketahui, strategi pencegahan stunting dilakukan secara multi sektor. Walaupun memang stunting secara definisi adalah kondisi gizi buruk yang berlangsung lama sehingga menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak, namun penyebab gizi buruk tersebut sangat beragam. Faktor kemiskinan paling sering dituding sebagai penyebabnya, namun bukan satu-satunya. Pola asuh yang salah, sarana prasarana kesehatan dan sanitasi serta higienitas masyarakat yang buruk juga turut berpengaruh, sehingga penanganannya harus multi sektor. Selain pendekatan multi sektor, tidak kalah penting dalam pencegahan stunting adalah pendekatan berbasis mayarakat (community based). Pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan segenap eleman…

Read More

Percepat Penurunan Stunting, BKKBN DIY Sepakati MOU Dengan Usaha Start Up Distribusi Kebutuhan Pokok

YOGYAKARTA—Pengentasan stunting tidak bisa dilepaskan dari peningkatan status gizi masyarakat secara umum. Selain perilaku dan pola hidup serta pola makan masyarakat, perbaikan status gizi masyarakat juga dipengaruhi oleh ketersediaan dan akses pada kebutuhan pokok termasuk bahan pangan. Dalam kaitan inilah Perwakilan BKKBN DIY menyambut baik upaya Dagangan, salah satu start up yang bergerak dalam distribusi bahan kebutuhan pokok. Hal tersebut diwujudkan dalam penandatangan kesepakatan bersama di kantor BKKBN DIY, Jumat (22/03/2024). Sebagai aktualisasi dari kesepakatan ini, penandatanganan naskah kerjasama dilaksanakan sekaligus di tengah kegiatan bazar ramadan dengan menjual beragam kebutuhan…

Read More