YOGYAKARTA — Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan sumber daya manusia yang unggul. Semangat ini mengemuka dalam audiensi jajaran Bank BNI Cabang Sarjana Wiyata dengan Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kantor Perwakilan BKKBN DIY, Selasa (27/10). Pertemuan ini menjadi momentum untuk menggali potensi sinergi antara sektor perbankan dan pemerintah dalam mendukung program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta memperluas manfaat pembangunan keluarga bagi masyarakat khususnya di DIY.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, M.Si, memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN). Program-program tersebut mencakup berbagai aspek kehidupan keluarga, mulai dari percepatan penurunan stunting hingga penguatan pengasuhan dan pemberdayaan kelompok rentan. Program Bangga Kencana membuka peluang kolaborasi yang luas, termasuk melalui dukungan sumber daya, inovasi layanan, serta keterlibatan mitra dalam kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program prioritas yang diperkenalkan meliputi: GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk mendukung percepatan penurunan stunting, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak) untuk memperkuat layanan pengasuhan anak, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia) untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan, SIDAYA (Lansia Berdaya) untuk meningkatkan keberdayaan lansia, serta SAKINA Super Apps sebagai bagian dari penguatan layanan digital bagi keluarga.
Menanggapi pemaparan tersebut, jajaran BNI Cabang Sarjana Wiyata turut memperkenalkan berbagai produk perbankan dan nonperbankan unggulan. BNI juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung program-program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan arah kebijakan Kemendukbangga/BKKBN.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY menekankan pentingnya membangun kemitraan yang tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berkembang menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
“Pembangunan keluarga membutuhkan dukungan dan keterlibatan banyak pihak. Melalui kolaborasi dengan mitra strategis seperti BNI, kami berharap berbagai program prioritas Kemendukbangga/BKKBN dapat menjangkau lebih banyak keluarga dan memberikan dampak yang semakin nyata bagi masyarakat,” ujar Rohina.
Sinergi ini sejalan dengan pendekatan pentahelix yang mendorong keterlibatan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media dalam menjawab tantangan pembangunan. Dengan menggabungkan kekuatan dan sumber daya masing-masing, kolaborasi lintas sektor diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif yang inovatif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
Audiensi ini menjadi langkah awal untuk menjajaki bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan bersama, baik melalui aksi sosial, dukungan terhadap program prioritas, maupun inovasi yang memperkuat ketahanan keluarga. Ketika pemerintah dan dunia usaha bergerak bersama, peluang untuk menghadirkan perubahan semakin terbuka, dari keluarga yang lebih sehat, anak-anak yang tumbuh optimal, hingga masyarakat yang lebih berdaya. Bersama, wujudkan keluarga kuat, SDM berkualitas, menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Kristian S. Widagdo
Dokumentasi : Diah Sulistiyowati
Rilis : Selasa, 27 Oktober 2026