YOGYAKARTA — Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta membuka ruang dialog dengan para mitra dan pengguna layanan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) sekaligus sosialisasi dan uji publik Standar Pelayanan, Senin (24/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Widya 1 ini mempertemukan para mitra strategis, antara lain dari unsur OPD KB kabupaten/kota, perguruan tinggi, media, kader, pengelola kelompok kegiatan, serta Orang Tua Asuh (OTA). Forum tersebut menjadi momentum untuk memastikan pelayanan publik tidak hanya disusun dari perspektif penyelenggara, tetapi juga benar-benar menjawab kebutuhan, harapan, dan pengalaman masyarakat sebagai penerima layanan. Dalam kerangka kegiatan, standar pelayanan diposisikan sebagai pedoman agar layanan berlangsung jelas, cepat, tepat, mudah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY, Rohina., M.Si, menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam membangun kualitas pelayanan yang semakin responsif.
“Standar pelayanan bukan sekadar dokumen administratif. Standar ini harus menjadi komitmen bersama untuk menghadirkan pelayanan yang mudah dipahami, mudah diakses, transparan, dan memberikan kepastian kepada masyarakat. Masukan dari mitra dan pengguna layanan sangat penting agar standar yang kita susun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tegas Rohina dalam sambutan pembukaan,
Ia juga mendorong seluruh peserta untuk menyampaikan pengalaman, kritik, maupun usulan perbaikan secara terbuka agar hasil forum dapat menjadi bahan penyempurnaan pelayanan ke depan.
Forum Konsultasi Publik (FKP) tak sekadar jadi ajang pemaparan standar pelayanan, melainkan dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan yang hidup antara penyelenggara dan penerima layanan. Kolaborasi ini menghadirkan perwakilan OPD KB kabupaten/kota dengan dinamika lapangan daerah, akademisi dari sudut pandang ilmiah, serta media sebagai pengawal keterbukaan informasi. Dilengkapi cerita langsung dari kader, pengelola kelompok kegiatan, hingga Orang Tua Asuh (OTA) yang mendampingi keluarga. Keragaman perspektif ini menjadi penguji paling sahih: apakah standar pelayanan yang ada sudah benar-benar jelas, terukur, dan mudah dipahami masyarakat.
Sejumlah masukan dari peserta dalam forum diarahkan pada kebutuhan untuk memperjelas informasi layanan, memperluas akses publik terhadap standar pelayanan, serta memastikan kanal informasi dan pengaduan mudah ditemukan dan digunakan. Peserta juga menekankan pentingnya bahasa pelayanan yang sederhana dan komunikatif sehingga informasi tidak hanya tersedia, tetapi benar-benar dapat dipahami oleh masyarakat pada semua level. Dari sisi pelaksana program, muncul pula dorongan agar standar pelayanan dapat menjadi rujukan yang praktis dan konsisten, termasuk ketika layanan bersinggungan dengan berbagai mitra di daerah.
Bagi Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY, keterlibatan stakeholder menjadi bagian penting dari upaya membangun pelayanan publik yang kredibel, akuntabel, dan transparan. Hasil uji publik diharapkan menjadi bahan perbaikan berdasarkan kesepakatan bersama, sekaligus mendorong setiap jenis pelayanan memiliki standar baku yang terukur dan dipublikasikan melalui berbagai kanal yang dapat diakses masyarakat. Upaya tersebut juga sejalan dengan capaian Survei Kepuasan Masyarakat Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY pada triwulan II 2026 yang tercatat sebesar 89,62 dengan kategori sangat baik, diharapkan kualitas tersebut terus meningkat. Masukan dari para mitra dan pengguna layanan menjadi pijakan penting untuk memastikan setiap perbaikan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Forum Konsultasi Publik ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kualitas pelayanan publik dibangun melalui proses yang terbuka dan kolaboratif. Masukan dari mitra tidak berhenti sebagai catatan dalam forum, melainkan menjadi pijakan dalam penyempurnaan standar pelayanan dan peningkatan kualitas layanan di Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY. Dengan standar yang jelas serta keterlibatan publik yang semakin kuat, pelayanan diharapkan semakin inovatif, mudah, cepat, tuntas, transparan, dan akuntabel, sekaligus mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Ke depan, sinergi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar setiap masukan dapat diwujudkan menjadi perbaikan layanan yang nyata dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bersama, kita wujudkan pelayanan publik yang semakin responsif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Novitrisia Widowati
Dokumentasi : Tiara Rosivanengtyas, Gunanto
Rilis : Senin, 24 Agustus 2026