YOGYAKARTA — Perwakilan BKKBN D.I. Yogyakarta terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga ke kelompok berisiko tinggi. Bekerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, BKKBN DIY menggelar kegiatan Promosi serta Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi pada Kamis (20/8/2026). Bertempat di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, kegiatan strategis ini diikuti oleh 100 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan menghadirkan narasumber tenaga medis setempat, dr. Novita Adibatul Mustaanah.
Langkah kolaboratif ini dilaksanakan sebagai wujud nyata pemenuhan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi, yang menegaskan bahwa negara menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk masyarakat yang berada di lembaga pemasyarakatan. Keterbatasan akses terhadap informasi tepercaya serta kondisi lingkungan khusus pemasyarakatan menjadikan warga binaan sebagai salah satu sasaran penting program pembinaan kesehatan reproduksi, perilaku hidup bersih, hingga perencanaan keluarga.
Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Marjiyanto, A.Md.P., S.H., menyambut baik serta memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi warga binaan di lembaga yang dipimpinnya. Pihaknya menegaskan komitmen Lapas Yogyakarta untuk terus membuka sinergi dengan instansi terkait demi menunjang kualitas hidup warga binaan selama masa pemasyarakatan.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dan perhatian yang diberikan oleh BKKBN DIY. Pembekalan mengenai kesehatan reproduksi ini sangat vital bagi warga binaan kami agar mereka tetap terjaga kesehatannya dan memiliki pola pikir hidup sehat yang lebih baik,” ungkap Marjiyanto.
Sekretaris Perwakilan BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati, S.Sos., M.Sc menegaskan pentingnya pemenuhan hak informasi kesehatan bagi warga binaan agar mereka siap menerapkan pola hidup sehat. Menurutnya, edukasi yang komprehensif mengenai kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga merupakan langkah preventif yang esensial dalam meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan warga binaan.
“Promosi dan KIE kesehatan reproduksi menjadi upaya strategis untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan warga binaan mengenali serta mencegah permasalahan kesehatan reproduksi. Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bertanggung jawab, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujar Rohdhiana saat membuka acara.
Dalam sesi pemaparan materi, dr. Novita menjelaskan secara mendalam mengenai konsep kesehatan reproduksi yang mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh. Beliau memaparkan anatomi organ reproduksi, faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan reproduksi seperti aspek biologi, perilaku, dan lingkungan, hingga pentingnya skrining kesehatan pra-nikah maupun marital. Selain itu, peserta dibekali pemahaman mengenai pencegahan Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti Sifilis, Gonore, Chlamydia, HPV, hingga HIV/AIDS beserta komplikasi sistem kekebalan tubuhnya. Edukasi juga menekankan rumus pencegahan ISR dengan pendekatan ABCDE serta langkah-langkah praktis menjaga kebersihan diri.
“Kesehatan reproduksi tidak hanya terbatas pada kemampuan berproduksi, tetapi juga mencakup keberhasilan melahirkan keturunan yang sehat serta keamanan dalam seluruh prosesnya. Pria maupun wanita perlu menjaga kebersihan organ reproduksi, menerapkan gaya hidup sehat, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok dan alkohol, serta menerapkan perilaku seks yang aman guna mencegah timbulnya infertil dan penularan penyakit,” jelas dr. Novita.
Melalui sinergi antara BKKBN DIY dan pihak Lapas Kelas IIA Yogyakarta ini, para warga binaan diharapkan dapat menyerap ilmu dengan optimal dan memboyong pemahaman kesehatan tersebut sebagai modal berharga saat kembali berintegrasi di tengah masyarakat kelak. Dengan berbekal kesehatan yang terjaga dan perencanaan hidup yang matang, para warga binaan siap melangkah menuju masa depan yang lebih sehat, mandiri, dan berkualitas.
Penulis : Dessy Phawestrina
Editor : Tiara Rosivanengtyas
Dokumentasi : Kristian S. Widagdo
Rilis : Kamis, 20 Agustus 2026