Kemendukbangga/BKKBN DIY Perkuat Lansia Melalui ToT Fasilitator, Wujudkan Lansia SMART dan Berbudaya

Yogyakarta (20/5) – Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat melalui penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) Fasilitator Sekolah Lansia bagi kader Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Penyuluh KB/PLKB. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari pada 20–21 Mei 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM) serta Indonesia Ramah Lansia (IRL).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan Sekolah Lansia di DIY sekaligus menyiapkan fasilitator yang kompeten untuk mendampingi lansia agar tetap tangguh dan produktif di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia di Indonesia terus meningkat dan DIY menjadi provinsi dengan jumlah lansia tertinggi secara nasional. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia sedang memasuki era ageing population, sehingga dibutuhkan kesiapan seluruh pihak untuk memastikan lansia tetap sehat, mandiri, dan memiliki kualitas hidup yang baik.

Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN DIY, Rohina, dalam sambutannya menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah lansia harus dipandang sebagai potensi besar apabila dikelola dengan baik. “Jumlah penduduk lansia yang besar berpotensi memberikan banyak keuntungan jika menjadi lansia yang tangguh, sehat, dan tetap produktif. Bahkan, lansia diprediksi dapat menjadi bonus demografi kedua bagi Indonesia,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Sekolah Lansia menjadi salah satu sarana edukasi nonformal yang penting dalam mendukung terwujudnya lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif) melalui penguatan “Tujuh Dimensi Lansia Tangguh”, yaitu spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial, vokasional, dan lingkungan.

Melalui kegiatan ToT ini, para peserta dibekali berbagai materi terkait kesehatan fisik dan mental lansia, gizi seimbang, pengelolaan stres, lingkungan rumah yang aman bagi lansia, hingga teknik fasilitasi pembelajaran. Peserta juga mengikuti sesi praktik dan presentasi untuk memperkuat kemampuan sebagai fasilitator Sekolah Lansia di wilayah masing-masing. Peserta kegiatan berasal dari Kabupaten Bantul yaitu Kapanewon Kretek, Pandak, dan Bantul, serta Kabupaten Kulon Progo yaitu Kapanewon Pengasih dan Kalibawang, terdiri dari kader BKL dan PKB/PLKB.

Kemendukbangga/BKKBN DIY juga menegaskan bahwa penguatan peran kader BKL dan PKB/PLKB menjadi bagian penting dalam mendukung Program Prioritas Lansia Berdaya (SIDAYA). Para kader diharapkan mampu melakukan pendataan keluarga lansia, penyuluhan, kunjungan rumah, hingga pencatatan dan pelaporan program secara berkelanjutan. Kolaborasi bersama FKKMK UGM dan Indonesia Ramah Lansia diharapkan mampu menghadirkan pengembangan kurikulum Sekolah Lansia yang lebih adaptif dan sesuai dengan kearifan lokal DIY. “Kami mengharapkan kerja sama, partisipasi, dan sinergi dari semua pihak agar bisa bersama-sama mewujudkan lansia tangguh yang sehat, merasa aman, dan mampu berpartisipasi sesuai minat serta potensinya,” tambah Rohina.

Melalui kegiatan ini, Kemendukbangga/BKKBN DIY berharap Sekolah Lansia dapat semakin berkembang, berkelanjutan, dan menjangkau lebih banyak wilayah di DIY sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat lanjut usia maupun keluarganya. Kemendukbangga/BKKBN DIY juga mengajak seluruh pemerintah daerah, mitra kerja, kader, keluarga, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah lansia serta mendukung terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan bermartabat. Dengan sinergi dan kepedulian semua pihak, diharapkan program Sekolah Lansia dapat menjadi gerakan bersama dalam menyongsong masyarakat yang inklusif dan berdaya di masa depan.

Penulis                 : Dessy Phawestrina

Editor                   : Ratna Anita Sari

Dokumentasi    : Gunanto

Rilis                       : Rabu, 20 Mei 2026

Post Terkait