Yogyakarta – Untuk pertama kalinya di tahun 2026 Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Rakor merupakan forum strategis untuk menyelaraskan visi, persepsi, strategi dan motivasi dalam mempercepat pencapaian target, serta mengatasi hambatan di lapangan.
Dilaksanakan secara hybrid pada hari Rabu, 11 Februari 2026 kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY Mohamad Iqbal Apriansyah, SH., M.P.H. Hadir secara offline perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB Kabupaten/Kota se-DIY yaitu Bantul, Sleman, Gunungkidul, Kulon Progo, dan Yogyakarta, Ketua Dewan Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh KB (DPD IpeKB) DIY, serta seluruh Ketua Tim Kerja. Sementara pegawai dan Penyuluh KB lainnya mengikuti secara online.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi forum untuk menyelaraskan kebijakan pusat-daerah, memperkuat komitmen pemangku kepentingan, mengevaluasi capaian dan tantangan program, serta merumuskan langkah strategis keberlanjutan guna mempercepat transformasi dalam pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.
Materi rakor dipaparkan oleh masing-masing Tim Kerja Operasional Perwakilan BKKBN DIY meliputi evaluasi capaian tahun 2025 serta kegiatan dan target di tahun 2026. Secara umum target tahun 2025 dapat tercapai dan cukup membanggakan. Ketua Tim Kerja Pengendalian Penduduk memaparkan target tahun 2026 terkait Indeks Kepedulian terhadap Isu Kependudukan (IKIK), Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna, Sistem Peringatan Dini Pengendalain Penduduk (SiPerindu), Kampung Keluarga Berkualitas, Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK), serta Rumah Dataku.
Selanjutnya Tim Kerja Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi memaparkan terkait Kebutuhan KB yang terpenuhi (demand satisfied) dan yang tidak terpenuhi (unmed need), Prevalensi Kontrasepsi Modern (mCPR), Total Fertility Rate (TFR), Age Specified Fertility Rate (ASFR), KB Pasca Persalinan, Indeks Keterpaparan Program KBKR, Stok Alat dan Obat Kontrasepsi, serta Rencana Momentum Pelayanan KB.
Sementara kegiatan dan terget Tim Kerja Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga meliputi Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL), serta Lansia Bersaya (Sidaya).
Output yang ingin dicapai yaitu terdapat kesamaan persepsi seluruh stakeholders, terjalin sinergitas, terpetakan strategi yang dapat diterapkan dalam mencapai target-target tersebut. Lebih jauh lagi outcome yang diharapkan bahwa dampak kinerja dan manfaat program dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat sasaran sebagaimana arahan
Kepala Perwakilan BKKBN DIY dalam sambutannya “Saya menghimbau kepada kita semua agar mengedepankan semangat kerjasama, bersinergi, bergotong royong, tidak hanya mementingkan capaian program, tetapi kearah yang lebih luas dan lebih mulia, yaitu demi memajukan bangsa, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menjadikan keluarga Indonesia yang berkualitas, dan menjadikan generasi penerus bangsa menjadi generasi yang bermartabat, berkarakter, berkualitas dan memiliki daya saing yang kuat guna membangun negera Indonesia tercinta”.

Rakor perdana tahun 2026 ini menjadi kick-off Program Bangga Kencana di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Penulis: Dessy Phawestrina